SUBULUSSALAM – Pengerjaan proyek pembangunan taman dan gapura di Kampung Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam masih terkesan “asal jadi”, sebab banyak item pekerjaan belum direalisasikan.
Pantauan portalsatu.com/, Selasa, 21 Februari 2017, sebanyak 16 jendela kaca di bagian atas dan bawah gapura tersebut belum terpasang. Padahal, beberapa kosen aluminium tampak terletak di sisi sudut bangunan tersebut.
Beberapa jendela kaca menghadap ke Subulussalam terlihat sudah terpasang, sedangkan arah ke hutan masih terlihat kosong. Beberapa di antaranya tampak belum tersentuh pengerjaan dan masih menggunakan kosen lama kerangka kayu, yang seharusnya sudah diganti kosen aluminium.
Tidak hanya jendela kaca, sejumlah pintu juga belum dipasang termasuk beberapa pintu kamar mandi dan WC. Kubah warna biru sebelah kanan arah Subulussalam-Medan juga terlihat pecah.
Selain itu, pemasangan warna tabir di proyek yang menelan anggaran senilai Rp580 juta dari APBK 2016 tersebut juga terkesan “asal jadi”. Seharusnya warna merah, tetapi dipasang warna orange. Kesalahan pemasangan warna ini sebelumnya sempat menuai protes dari Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Subulussalam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Syafrianda juga sudah berulang kali meminta pihak rekanan supaya segera memperbaiki warna tabir tersebut. Menanggapi hal tersebut, rekanan proyek taman Lae Ikan, Jamal mengakui sejumlah jendela kaca di gapura tersebut belum dipasang karena tidak cukup uang.
“Uangnya tidak cukup, akibatnya ada yang tidak terpasang, mungkin tahun ini nanti ditambah lagi,” kata Jamal dikonfirmasi via telpon seluler.
Jamal mengatakan akibat kekurangan biaya, gapura tidak seluruhnya terpasang kamposit terutama sebelah gunung dan hutan, sehingga akan dilanjutkan kembali tahun anggaran 2017 ini.
“Kalau pasang semua dalam kontrak hampir 750 meter, di gambar harus pasang semua, waktu saya hitung tidak cukup, kurang 300 meter, tahun ini ditambah lagi sebelah gunung dan hutan,” katanya.
“Proyek tersebut masih dalam pemeliharaan, kalau ada yang pecah bisa diperbaiki. Itu kubah dari awal tidak pecah, mungkin kena angin tapi nanti setelah sisa dana dibayar akan diperbaiki kembali,” tambahnya lagi.
Terkait warna tabir, Jamal berjanji akan mengganti dari orange ke merah sesuai warna tabir yang merupakan ciri khas Kota Subulussalam.[]

