Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Aceh UtaraPT PIM Alokasikan...

PT PIM Alokasikan 136 Ribu Ton Urea Subsidi untuk Musim Tanam Akhir 2022

ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mengalokasikan sebanyak 136.105,18 ton urea subsidi untuk disalurkan kepada petani menyambut musim tanam akhir tahun 2022 (Oktober–Desember).

Wilayah penyaluran PIM diatur dalam surat Pupuk Indonesia Nomor: 00163 tanggal 05 Januari 2022 tentang Penanggung Jawab Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau/Kepri, Jambi (sampai Maret 2022), Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

VP PKBL & Humas PT PIM, Zulhadi, dalam keterangannya, Ahad, 2 Oktober 2022, mengatakan sebagai produsen Pupuk Iskandar Muda berkewajiban menyalurkan pupuk subsidi sesuai penugasan atau alokasi ditetapkan pemerintah. Pada 2022, alokasi pupuk urea subsidi ditetapkan dalam SK Kementerian Pertanian Nomor: 771/KPTS/SR.320/M/12/2021 sebanyak 484.233,95 ton. Hingga 30 September 2022, realisasi penyaluran pupuk urea subsidi mencapai 324.827,15 ton. Angka tersebut setara dengan 67,08 persen dari total alokasi pupuk urea subsidi yang ditetapkan.

Menurut Zulhadi, untuk Provinsi Aceh sampai 30 September 2022 PT PIM telah menyalurkan urea subsidi 58.711,40 ton atau 71,49 persen dari alokasi 82.128 ton. Untuk mendapatkan pupuk subsidi syarat atau ketentuan sesuai ditetapkan Kementerian Pertanian, yaitu petani wajib tergabung dalam kelompok tani, menggarap lahan maksimal dua hektare, menyusun dan meng-input Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), dan wilayah tertentu menggunakan ‘Kartu Tani’. Jika petani belum memiliki kartu itu, mereka masih dapat menebus pupuk subsidi secara manual dengan bantuan petugas penyuluh lapangan atau PPL dari Dinas Pertanian setempat.

“Dalam penyalurannya, kita berpegang teguh pada prinsip enam tepat, yaitu tepat tempat, tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu, tepat jenis, dan tepat waktu,” kata Zulhadi.

Zulhadi menyebut PT PIM juga menyiapkan stok pupuk komersil (non-subsidi) yakni pupuk urea dan polivit. “Langkah ini sebagai solusi bagi petani yang kebutuhan pupuk tidak teralokasi dalam skema subsidi,” ucapnya.

PIM mengimbau kepada distributor maupun pihak terkait untuk meningkatkan sinergi demi kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. PIM menyatakan tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan dan harus disalurkan sesuai aturan, segala bentuk penyelewengan akan berhadapan dengan pihak berwajib.

“Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak jujur. Setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal lima tahun penjara,” ujar Zulhadi.[](ril)

Baca juga: