ACEH UTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) bersama Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh mencetak sumberdaya manusia dari lingkungan perusahaan yang punya keahlian untuk terjun ke dunia kerja. Pemuda lingkungan perusahaan itu dilatih selama sebulan dengan harapan bisa mandiri dalam berwirausaha maupun memenuhi kebutuhan kerja di Provinsi Aceh maupun luar daerah.
Asisstant Vice President PKBL PT PIM, Jufri, Rabu, 9 Februari 2022, mengatakan melalui Program Youth Entrepreneur Ship (YES), PT PIM mengajak anak-anak muda lingkungan perusahaan bergabung dalam pelatihan bidang pemeliharaan dan perbaikan AC kantor dan perumahan. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan pemerintah, dalam hal ini BLK dan FKLPID Banda Aceh. Setelah mengikuti pelatihan, para pemuda tersebut berhasil mendapat skill yang bisa membantu mereka dalam hal mendapat pekerjaan maupun berwirausaha.
Menurut Jufri, sejalan dengan motto program “Learn from the past, live for the today, and plan for tomorrow”, anak muda harus optimis bisa meraih peluang dengan mengasah berbagai keahlian dan siap bersaing.
Program YES berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di bidang pemeliharaan dan perbaikan AC, sudah selesai dilaksanakan. Sehingga pada Rabu (9/2), dilakukan pembagian sertifikat pelatihan. “Dan juga sertifikat keahlian yang didapatkan melalui mekanisme uji kompetensi oleh tim sertifikasi BNSP,” ujarnya.
SVP Sekper & Tata Kelola PT PIM, Saifuddin Noerdin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa suatu kebanggaan bagi manajemen PIM melihat kawan-kawan dari lingkungan perusahaan berhasil menempa ilmu dan siap diaplikasikan di dunia usaha.
“PT PIM akan memfasilitasi anak-anak muda kita ini untuk kemandirian usahanya. Tim TJSL sudah merencanakan dari awal tahapan-tahapan yang akan dilakukan setelah dilakukan pelatihan. Ke depan kita akan bentuk satu badan usaha untuk menaungi kawan-kawan kita yang akan beraktivitas nantinya. Struktur organisasi sudah disiapkan, dan peralatan kerja pun kita bantu empat full set bagi empat kelompok yang akan kita bentuk,” kata Saifuddin Noerdin.
Saifuddin manyebut para teknisi diberikan satu unit alat transportasi motor tiga roda untuk memudahkan dalam aktivitas dan mobilisasi kerjanya. Tenaga teknisi akan disubkan ke Koperasi Syariah PT PIM untuk menangani perbaikan atau menyervis AC perusahaan dan perumahan karyawan.
“Kita juga mengusahakan agar anak perusahaan PT PIM seperti RS Prime, PT Imara, Yayasan Kesejahteraan Karyawan (YKK) serta BDI Almuntaha bekerja sama dengan TJSL untuk memberikan peluang kepada kawan-kawan kita yang sudah terlatih sebagai teknisi AC. Harapannya agar anak-anak muda menjadi pilot project bagi usaha kaum muda di wilayah Kecamatan Dewantara, sehingga dapat membangun perekonomian desa dan daerah,” ujar Saifuddin.
Saifuddin menambahkan dukungan stakeholder bagi program TJSL PT Pupuk Iskandar Muda sangat diharapkan, sehingga dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap keberadaan PIM di tengah-tengah lingkungan.
Ketua Koperasi Syariah PT PIM, Mukhlis, mengatakan pihaknya mengapresiasi anak-anak muda lingkungan perusahaan yang sudah mau berusaha mengasah kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan sesuai minat dan keahliannya.
“Kami dari Koperasi Syariah PT PIM mendukung dan memberikan peluang kepada organisasi yang menaungi anak-anak lepasan BLK ini untuk disubkontrakkan, dengan memakai mekanisme kontrak lepas dan tidak mengikat. Kita akan berikan orderan kerja kepada kawan-kawan ini untuk melakukan perbaikan dan service berkala AC di area kantor, pabrik maupun kompleks perumahan karyawan,” ujar Mukhlis.
Untuk diketahui, sebelumnya PT PIM melalui Program YES merekrut pemuda-pemuda di lingkungan perusahaan di Kecamatan Dewantara untuk dilatih menjadi tenaga siap pakai. Sebanyak 16 pemuda yang dilatih menjadi teknisi AC diserap dan diberdayakan, baik dalam perusahaan melalui subkontrak lepas Koperasi Syariah Karyawan dan dibina secara berkelanjutan.[](ril)





