BLANGKEJEREN – PT. Rosin Trading International menegaskan komitmennya untuk terus beroperasi sesuai aturan dan membantah sejumlah informasi yang beredar terkait situasi operasional perusahaan. Pernyataan ini disampaikan guna meluruskan kesalahpahaman publik dan menjaga iklim usaha yang sehat di Gayo Lues.

Direktur PT. Rosin Trading International Harun Sengul bersama Manager Pabrik PT. Rosin Trading International Riza Kirmizidemir, Jum’at, 8 Agustus 2025, mengatakan bahwa PT. Rosin Trading International telah beroperasi di Indonesia selama bertahun-tahun, berkontribusi pada perekonomian nasional, dan menjadi bagian dari hubungan persahabatan yang erat antara Turki dan Indonesia.

Di Gayo Lues, investasi perusahaan telah mendukung berbagai usaha lokal, dengan 60% karyawan merupakan warga setempat, serta menjalin hubungan harmonis dengan desa-desa sekitar.

Beberapa waktu lalu, inspeksi Kementerian menghasilkan catatan teknis yang perlu diperbaiki. “Sejak hari pertama, kami langsung menindaklanjuti dan memperbaiki kekurangan tersebut. Temuan ini bukan berarti penghentian operasional penuh, tetapi bagian dari proses pembinaan sesuai prosedur,” jelas manajemen PT. Rosin Trading International.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa sistem produksi pabrik secara teknis memerlukan proses pemanasan bahan baku tertentu agar tidak mengeras, mengering, dan menjadi limbah. Proses ini tidak bisa dihentikan mendadak demi menjaga kualitas produksi dan mencegah kerugian lingkungan maupun ekonomi.

Sejak awal beroperasi, pabrik menerapkan sistem dua shift – pagi dan malam – sebagai standar operasional tetap, sehingga tuduhan bahwa kegiatan malam hari adalah “alibi” untuk menghindari penghentian operasional adalah tidak benar.

Saat ini, dari empat pabrik pengolahan di wilayah ini — PT. Rosin Trading International, PT. Hutan Aceh Indonesia, PT. Pinus Makmur Indonesia, dan PT. Kencana Hijau Binalestari – hanya PT. Rosin Trading International dan PT. Kencana Hijau Binalestari yang masih berproduksi.

Manajemen menyoroti adanya indikasi bahwa perusahaan menjadi target kampanye negatif oleh sekelompok pihak yang mengaku sebagai aktivis namun bertindak sebagai provokator.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum-oknum ini diduga memiliki keterkaitan langsung dengan salah satu pabrik pesaing dan juga orang tua/keluarga berkerja sebagai karyawan salah satu perusahaan pesaing tersebut, untuk memicu keresahan publik.

“PT. Rosin Trading International selalu siap menghadapi persaingan usaha secara transparan, jujur, dan adil. Kami percaya bahwa dalam persaingan sehat, yang akan menang adalah Indonesia, perekonomiannya, dan masyarakatnya,” tegas manajemen.

PT. Rosin Trading International merupakan perusahaan pengolahan getah pinus yang beroperasi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, dengan mayoritas tenaga kerja lokal dan komitmen kuat terhadap pembangunan ekonomi daerah, kelestarian lingkungan, dan hubungan baik dengan masyarakat.[]