Kamis, Juli 25, 2024

Buka Rapimda KNPI Subulussalam,...

SUBULUSSALAM - Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, H. Azhari, S. Ag., M.Si mengatakan...

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...
BerandaNewsPuing-puing Boat Nelayan...

Puing-puing Boat Nelayan Pasie Meukek Ditemukan di Perairan Pulau Simeulue

TAPAKTUAN – Empat unit boat nelayan ditumpangi 20 nelayan yang diterjunkan dari PPI Desa Pasie Meukek, Aceh Selatan, 2 Desember 2016, malam, untuk mencari keberadaan boat KM Satria yang hilang kontak sejak 27 November lalu, telah sampai di titik lokasi kejadian di sekitar perairan laut Pulau Selawar, Kabupaten Simeulue, Sabtu, 3 Desember 2016, pagi.

Dari hasil penyisiran di sekitar lokasi, sejauh ini tim penyelamat belum berhasil menemukan tiga nelayan crew boat KM Satria. Namun, tim penyelamat berhasil menemukan beberapa puing-puing boat KM Satria yang diperkirakan telah hancur berkeping-keping akibat dihantam gelombang besar disertai badai.

Wakil Panglima Laot Kecamatan Meukek, Khairuzzaman yang dijumpai di Pasie Meukek, Sabtu, 3 Desember 2016 melaporkan, berdasarkan informasi dari tim pencari yang disampaikan melalui saluran radio boat ke pangkalan radio utama Pasie Meukek, salah satu boat pencari yakni KM Seulawah berhasil menemukan satu lembar pintu boat KM Satria, satu lembar papan sengka (lantai boat) dan satu buah tali jangkar warna hijau.

“Beberapa bagian boat KM Satria yang dinyatakan hilang sejak lima hari lalu itu ditemukan secara terpisah dalam kondisi terapung di sekitar perairan laut Pulau Penyu. Pulau Penyu ini tidak jauh dari Pulau Selawar masih dalam wilayah Kabupaten Simeulue,” sebutnya.

Berdasarkan keterangan tim pencari, jarak Pulau Penyu dengan bibir pantai Pulau Simeulue sekitar 2 mil laut. Sedangkan jarak antara Pulau Selawar tempat pertama kali diperkirakan boat KM Satria dihantam gelombang besar kemudian tenggelam dengan Pulau Penyu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan boat ukuran 30 GT.

Berselang beberapa saat kemudian, para nelayan Pasie Meukek yang standby di pangkalan radio utama di rumah salah seorang nelayan bersama Abdulrahman, kembali menerima laporan informasi dari boat tim pencari yang saat ini berada di sekitar perairan Pulau Simeulue, telah ditemukan sebuah tas oleh masyarakat Pulau Simeulue yang melakukan penyelaman ke dasar laut untuk mencari kolong di dalam kerang tidak jauh dari bibir pantai wilayah itu.

Setelah dibuka dalam tas tersebut ditemukan hand phone (HP) dan beberapa lembar baju, yang diduga kuat milik crew KM Satria yang diperkirakan telah tenggelam beberapa hari lalu.

Menurut Khairuzzaman, sejumlah boat nelayan baik berasal dari Pasie Meukek maupun dari luar daerah yang telah dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu proses pencarian juga berhasil menemukan tiga buah kotak fiber milik boat pancing KM Satria bertonase 6 GT dengan panjang sekitar 6 meter dan lebar 3 meter tersebut.

Dia menyatakan, penemuan kotak fiber pertama kali oleh boat nelayan asal Sibolga sekitar tiga hari lalu. Kemudian kotak fiber kedua kembali ditemukan nelayan asal Meulaboh, Aceh Barat, tidak jauh dari perairan setempat. Kotak fiber ketiga juga telah ditemukan boat nelayan Pasie Meukek yang dikerahkan untuk melakukan proses pencarian.

“Boat KM Satria tersebut memang memiliki tiga kotak fiber warna putih. Setelah dicek kotak fiber itu memang betul milik KM  Satria. Dengan penemuan kotak fiber itu maka seluruh kotak fiber yang ada dalam boat tersebut telah berhasil ditemukan. Namun sejauh ini pihak tim pencari belum berhasil menemukan beberapa bagian boat lainnya termasuk tutup kotak fiber. Memang dalam boat itu juga tersedia beberapa pelampung, kami berharap tiga orang nelayan dalam boat tersebut bisa menyelamatkan diri di atas pelampung yang ada atau dengan menggunakan tutup kotak fiber tersebut,” ungkapnya.

Khairuzzaman menjelaskan, KM Satria yang dinahkodai pawang Anhar alias Buyung Satria dengan dua anak buah kapal (ABK) Samsuar, asal Desa Kuta Baro, dan Feri, warga Desa Arun Tunggai Kecamatan Meukek, berangkat dari PPI Pasie Meukek, 25 November 2016, sore.

Setelah tiba diperairan laut Pulau Simeulue, 26 November 2016, setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam, mereka menghadapi angin kencang disertai gelombang tinggi. Karena menyulitkan untuk melanjutkan melaut, akhirnya mereka memutuskan menepi ke salah satu pulau dalam wilayah Kabupaten Simeulue.

Saat menghadapi cuaca buruk hingga akhirnya mereka menepi di salah satu pulau itu, awak boat KM Satria masih sempat menjalin kontak informasi dengan salah satu awak boat di Pasie Meukek. Karena sedang dilanda cuaca ekstrem, awak boat di Pasie Meukek sempat melarang awak boat KM Satria untuk melanjutkan melaut. Namun permintaan itu tidak diindahkan karena mereka tetap ngotot pergi melaut ke arah Pulau Selawar.

“Hingga Minggu 27 November 2016 sore, awak boat KM Satria masih menjalin kontak dengan awak boat di Pasie Meukek. Saat itu mereka mengatakan tetap melanjutkan perjalanan pelan-pelan mungkin dalam perjalanan nanti cuaca buruk akan berhenti. Namun pada Minggu 27 November malam, boat tersebut benar-benar telah hilang kontak. Sehingga diperkirakan saat itulah boat tersebut dihantam badai dan gelombang tinggi,” paparnya.

Untuk diketahui, wilayah perairan Pulau Selawar lewat Pulau Simeulue tersebut sudah dekat dengan wilayah laut Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Jarak antara wilayah tersebut dengan perairan Pasie Meukek, Aceh Selatan mencapai 90 mil laut. Jika tiga orang crew KM Satria berhasil menyelamatkan diri dengan mengapung di laut menggunakan pelambung atau tutup fiber, besar kemungkinan mereka akan hanyut ke wilayah perairan Solomon, Negara India karena lokasinya perairan ZEE tersebut memang sudah dengan dengan perbatasan Negara India.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Selatan, Erwiandi yang dihubungi Sabtu, 3 Desember 2016, menyatakan, setelah menerima informasi boat nelayan hilang kontak, pihaknya bersama Bupati Aceh Selatan T. Sama Indra, S.H., telah turun langsung ke Pasie Meukek, 2 Desember 2016.

Pihaknya, kata Erwiandi, telah menghubungi Plt. Bupati Simeulue serta pihak Basarnas Pos Meulaboh untuk membantu melakukan proses pencarian terhadap korban.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil koordinasi Bapak Bupati Aceh Selatan, Plt. Bupati Simeulue telah memerintahkan tim Satgas SAR Simeulue untuk melakukan proses pencarian. Plt. Bupati Simeulue juga telah meminta bantuan pasukan Marinir di Pangkalan TNI AL Sinabang untuk membantu proses pencarian. Kebetulan saja saat ini pihak TNI AL sedang melakukan patroli laut sehingga armada kapal cepat yang tersedia telah dikerahkan di sekitar lokasi kejadian. Informasi terakhir, pihak Polisi Air dan Udara (Airud) Susoh, Abdya bersama Basarnas Pos Meulaboh juga telah berangkat ke lokasi membantu proses pencarian,” ungkapnya.[]

Laporan Hendrik 

Baca juga: