Karya: Taufik Sentana*
Rumah
Hati dan sejarah waktumu
berpaut. Dinding dan atapnya
adalah rindumu. Dasar dan tiangnya
adalah keyakinanmu.
Isinya adalah seluruh harapan baik
hingga esok yang abadi.
Taman
ia adalah matamu yang bening
menatap tetes embun di daun daun
di sekilingnya keberkahan tersusun.
Orang orang menyimpan kenang
membawa kisah itu ke serat serat waktu
Di Pinggir Jalan
Rindu dan lelah
membuatmu bertepi.
Mematut langkah
di pinggir jalan,
yang hening dan sepi
Hujan
Terkadang, hujan jatuh
bagai sepi sepi yang tajam menikam.
Hujan itu menyimpan
hasrat yang dalam,
entah rindu atau dendam.
Datanglah ke Kotaku
Kita berbincang tentang asap
Lampu gemerlap
Hutan pengap
dan rumah rumah terkunci rapat.[]
*Menikmati puisi klasik dan modern.
bereksperimen dalam puisi cepat saji dan pragmatis.




