Jemari Sang Maut
Jemari itu akan menarikmu serta merta,
sekedip mata atau perlahan lahan.
Lalu merobek-robek kesadaran,
menelanjangi wujud kejadian
hingga tampak lorong keabadian.
Ia akan melepaskan semua ikatan dan membuka semua keraguan,
selebihnya akan tertakar dalam mizan.
Sejatinya, kematian tak semerta menyisakan tangis-isak kedukaan
selain do'a pengantar ke ujung jalan.
Tentang Waktu yang Tersisa
“Selalu tersisa waktu untukmu”.
Jawabku saat kau tanya tentang waktu yang tersisa.
Hanya saja kau tak menangkap kilatannya saat sang waktu mengayun tepat di dekat matamu: Kini semua menjadi pengertian yang belum engkau sampaikan kepadaku.[]
Karya Taufik Sentana
Peminat seni, sains dan kreativitas. Sedang merampungkan Antologi Password Kebahagiaan. Menetap di Meulaboh.




