Oleh Taufik sentana
 

Kenapa Sabar disebut Cahaya?

Kenapa sabar disebut juga cahaya?
karena jazu' yang menjadi lawan katanya
seperti mencela, menggerutu
dan sempitnya dada karena tak rela
menjadi sisi gelap pada jiwa.
Walau sesaat saja, gelapnya tetap melekat,
menempel menjadi kesia-siaan,
hingga merusak kebaikan dan keikhlasan.
Bahkan bisa menutup keyakinan
akan Rabb Yang Maha Menghidupkan.

Lalu lazimnya, sabar akan memantik gembira,
memunculkan kepasrahan yang tidak cengeng dan mendatangkan perlawanan diri yang tajalli, perlawanan diri tanpa merusak dan menodai.

Sebab, sabar yang telah mencahayai lubuk hati
menjadikan sang diri merespon amarah dan musibah dengan sikap kembali “inna lillah”.
Sedangkan  Allah Mencatat pengakuan itu menjadi kebaikan yang berlipat yang disimpan sebagai pemberat mizan.

Selebihnya, rahmat dan pertolongan-Nya
akan menyertai ke ujung perjalanan
tanpa ada kegelapan.

Bimbingan Ilahi

Ada yang bicara kepada kita
dengan tanda tanda, dengan  simbol,
dengan gerak, irama dan fenomena.

Ada kalanya bahasa yang Ia Gunakan tidak terstruktur, tidak logis dan di luar akal.
Untuk mendapatkan signalNya,
kita butuh sedikit eksplorasi dan mendekatkan jarak pandang batin ini.

Agar terlepas dari ikatan berhala
dan menangkap semua makna
dalam kesadaran penuh.
Hingga terlepaslah semua yang selain Dia:
itulah puncak pencapaian!

Jalan Cahaya

Aku ingin sampai
ke ujung jalan.
Melepas lusuh tubuh
melerai buhul buhul jiwa
dari penatnya ammarah.[]

*Taufik sentana
Mengelola Program Menulis Kreatif dari Forum Literasi Indonesia. Sedang menyiapkan Antologi Puisi “Password Kebahagiaan”.