Karya: Taufik Sentana*
Puisi Sepiring Nasi
Sepiring nasi terhidang
dari keceriaan mentari.
Angin zaman meliuk liukkan tubuh daun.
Sunyi dan patah
bunyi dan gairah.
Sepiring nasi tumpah di siang hari
tertimbun cerita pagi.
Sekilas senja mengintip
si bodoh yang memilih remah remah.
Orang orang mengendap
mengumpul bulir bulir nasi
dan waktu kian menepi.
Si Pesolek
Si pesolek itu
akan merenggut jantungmu,
mencacahnya satu satu,
bagian demi bagian.
Sebelumnya
ia akan menghiasi matamu
dengan warna perak dan keemasan
sambil bercakap cakap denganmu
dalam rupa kelezatan
di atas hidangan fatamorgana
Kontemplasi
berjalanlah
dan engkau rasakan angin sepoi.
berlarilah sesuai keperluanmu
pada tujuan yang jauh.
duduklah
untuk kehangatan dan keteduhan.[]
*Dalam Puisi Inspiratif Sepanjang Hari.


