ISTANBUL – Washington akhirnya menyadari ancaman Teroris Organisasi Fetullah (Feto) untuk Turki.

Demikan kata Wakil Perdana Menteri Turki, Numan Kurtulmus, sekembalinya dari perjalanan ke Amerika Serikat, Jumat, 9 September 2016, disiarkan Anadolu Agency.

Berbicara di CNN Turk, Kurtulmus menegaskan Ankara mengharapkan Washington mengekstradisi dalang kudeta gagal 15 Juli, Fetullah Gulen, yang telah tinggal di Pennsylvania di pengasingan sejak tahun 1999.

Kurtulmus mengatakan bahwa berdasarkan perjalanannya, suasana ekstradisi Gulen sekarang lebih positif.

Ia mengharapkan AS untuk “setidaknya” mencegah operasi Gulen di negara itu ketika penyelidikan upaya kudeta masih berlangsung.

Kurtulmus berjanji untuk terus memerangi Feto dan membawa mereka ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kita berbicara tentang usaha  yang bisa bertahan selama bertahun-tahun. Mungkin ada anggota Feto di posisi teratas atau remote yang telah berhasil menyamarkan diri mereka,” katanya.

Para pejabat Turki telah mengajukan permintaan resmi untuk ekstradisi Gulen, yang dituduh memimpin kampanye sekian lama untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.[]