LHOKSEUMAWE – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) NSB menggelar edukasi Migas untuk jurnalis, di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe, Sabtu, 29 Desember 2018.

Kegiatan itu diikuti puluhan jurnalis dari berbagai media massa baik cetak, elektronik, dan online, tergabung dalam PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Aceh (PWA) dan AJI Lhokseumawe. Turut menghadirkan pembicara yaitu Kepala Divisi Penganggaran dan Perencanaan BPMA, Afrul Wahyuni, Fira Abdurachman (Jurnalis Kompas.com) Jakarta, Kepala Humas dan Kelembagaan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Adhyar Rasyid, Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Radhi Darmansyah.

Ketua AJI Kota Lhokseumawe, Agustiar, mengatakan, edukasi migas ini diikuti sekitar 50 jurnalis baik dari media cetak, elektronik dan online  yang tergabung dalam organisasi wartawan, yaitu AJI, PWI dan PWA.

“Kita mengharapkan dengan ada kegiatan ini bisa memperkaya wawasan rekan-rekan wartawan, khususnya di bidang teknis atau tentang isu peliputan industri migas yang ada di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Karena selain menjalankan fungsi kontrol sosial, hasil peliputannya juga bisa mengedukasikan masyarakat berkenaan migas itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Agustiar, kegiatan yang didukung oleh SKK Migas serta BPMA, sangat penting dilakukan dan memiliki tujuan tentang pemahaman industri hulu migas di Aceh. Karena selain dapat menambah ilmu pengetahuan tentang migas bagi jurnalis, juga dapat menjadi bahan referensi di dalam pemberitaan tentang Migas. 

Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal BPMA, Radhi Darmansyah, mengatakan, saat ini kegiatan usaha hulu migas di Aceh yang diawasi BPMA sedang dalam proses kegiatan-kegiatan eksplorasi dan produksi untuk menggenjot produksi, juga mencari sumber cadangan baru baik di darat maupun di lepas pantai dalam wilayah kewenangan Aceh.

Menurut Radhi, ada beberapa rencana pengembangan hulu migas Aceh terus dilakukan oleh sejumlah perusahaan migas yang telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Aceh. Kata dia, tentu pihaknya terus mendukung hal tersebut dalam rangka mendapatkan sumber cadangan migas baru untuk mendongkrak pembangunan di Aceh khususnya.

“Akan tetapi semua itu butuh dukungan dari berbagai kalangan masyarakat untuk dapat menumbuhkembangkan industri migas di Aceh. Terlebih dengan rekan-rekan jurnalis, tentunya peran media massa tidak dapat dipisahkan dalam memajukan perusahaan migas tersebut. Artinya, bagaimana hal ini secara bersama-sama mengembangkan agar perusahaan itu bisa berjalan dengan baik untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh,” ujar Radhi.[]