SIGLI – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Pidie diminta bertanggung jawab terkait kelangkaan pupuk poska di kabupaten ini. Diduga kuat lemahnya pengawasan pihak dinas sehingga pupuk hilang di pasaran.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) Iskandar, Kamis, 7 Januari 2016, menilai kelangkaan pupuk di Pidie disebabkan adanya permainan di lapangan karena kurang pengawasan pihak dinas.

 “Kepala Distannak tidak boleh lepas tangan dalam masalah kebutuhan petani. Dia harus bertanggung jawab terhadap langkanya pupuk saat ini,” kata Iskandar. 

Ia menyampaikan itu menyikapi keluhan petani yang belum menerima bantuan pupuk poska dari pemerintah. Padahal, lanjutnya, kebutuhan pupuk bagi petani pada musim tanam rendangan ini sudah sangat mendesak mengingat tanaman padi telah berumur dua minggu.

Sementara, penulusuran portalsatu.com pada kios penyalur pupuk bersubsidi di Gampong Teubeng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, tidak tersedia pupuk jenis poska. Menurut keterangan pedagang pupuk, Bakri Kamis, 7 Januari 2016, kelangkaan pupuk sudah berlangsung sejak Desember tahun lalu.

Ia mengaku sudah melaporkan kepada penyalur terkait masalah tersebut. “Sudah lama bang, poska tidak masuk, sehingga belum bisa dibagikan kepada kelompok tani di wilayah tanggung jawab saya sebanyak 15 kelompok,” terangnya.

Bakri juga mengaku sudah pernah datang petugas pertanian kecamatan menawarkan uang untuk membeli pupuk poska agar bisa dibagikan kepada petani. Namun dia mengaku menolak dengan alasan tidak berani berjanji akan ada pupuk dalam waktu dekat.

”Petugas pertanian kecamatan membawa uang langsung meminta bantu beli pupuk pada saya, tetapi saya tidak berani karena dari distributor tidak jelas masuk pupuk,” kata Bakri.

Menurut Bakri, pihak Polsek dan Koramil Pidie juga pernah datang ke tempatnya untuk menanyakan tentang pupuk.[] (idg)