BANDA ACEH Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Laksamana Muda (Pur) Soleman B. Ponto, mengatakan ada perbedaan antara gerakan yang dilakukan oleh GAM dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
GAM itu berbeda dengan OPM apalagi dengan Din Minimi, kata Soleman, saat menjadi pembicara dalam diskusi publik yang bertajuk Menakar Teka-teki Din Minimi di Aula Rektorat Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis, 7 Januari 2016.
Menurut Soleman, GAM memiliki hierarki yang sangat jelas. GAM juga memiliki wilayah teritori yang dikuasai. Sehingga hal tersebutlah yang menjadi kontras antara GAM dan OPM juga dengan kelompok Din Minimi.
Kalau OPM itu tidak jelas wilayah yang dikuasainya mana, tapi kalau GAM dulu jelas siapa jenderalnya. Lihat saja Mualem (Muzakir Manaf-red) yang berpangkat bintang empat. Juga teritori kekuasaan GAM juga jelas dengan struktur panglima sagoe-nya itu, kata Soleman.
Di sisi lain, Soleman juga menceritakan saat prosesi penyerahan senjata GAM. Dia semula tidak menyangka bahwa senjata yang dimiliki oleh GAM melebihi perkiraannya.
Saat kita data cuma tiga ratusan tapi sewaktu dikasih data oleh pihak GAM ada delapan ratusan. Saat itu saya terkejut tapi saya lebih terkejut lagi saat proses penyerahan, ternyata yang diserahkan waktu itu seribu lebih. Saat itu saya sadar bahwa GAM benar-benar ingin damai, kata dia.[](bna)


