MOSCOW – Kremlin menegaskan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, bisa bertemu rekannya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, sebelum KTT G20 bulan September 2016 dimulai.

Juru bicara Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan waktu dan tempat yang belum dipastikan, kepada wartawan dalam konferensi telepon, ia mengatakan: 

“Sesuai petunjuk presiden kita mulai pembicaraan dengan rekan-rekan kami Turki. Mereka akan bernegosiasi kembali hubungan ekonomi kedua negara,” kata Dmitry, di Moskow, Ibukota Rusia, Jumat 1 Juli 2016.

Menurutnya, pada hari Rabu kemarin, kedua pemimpin telah berbicara satu sama lain untuk pertama kalinya sejak November 2015 lalu, ketika Turki menembak jatuh sebuah pesawat perang Rusia di perbatasan Suriah karena melanggar wilayah udara Turki.

Insiden ini menyebabkan pengenaan sanksi terhadap produk Turki, larangan penerbangan wisata ke Turki dan akhir perjalanan bebas visa antara kedua negara. Pemulihan hubungan ini cenderung melihat kondisi ini secara bertahap diangkat.

Setelah berbicara melalui telepon, Erdogan mengatakan ia bisa bertemu Putin menjelang G20 di Cina. 
Erdogan menggambarkan percakapan dengan Putin sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi kedua negara.
Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusolgu bertemu Sergey Lavrov di resor Laut Hitam Sochi.[]Sumber:ANADOLU AGENCY