LHOKSUKON – Puluhan warga dari dua desa mendatangi Kantor Kesbangpol Linmas Aceh Utara di Gampong Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon, Selasa, 27 Desember 2016, pagi. Mereka mempertanyakan hasil seleksi perekrutan 24 tenaga kontrak pemadam kebakaran (damkar) yang telah diumumkan. Pasalnya, tidak ada satu pun putra daerah yang lulus.

Dua desa itu Alue Drien, Kecamatan Lhoksukon dan Hueng, Kecamatan Tanah Luas. Aksi protes warga itu mendapat pengamanan dari Polsek Lhoksukon, karena mereka berencana menyegel Kantor Kesbangpol.

“Kami datang mempertanyakan hasil pengumuman seleksi tersebut, karena tidak ada satu pun putra daerah yang lulus,” kata M. Nasir, warga Gampong Alue Drien, kepada portalsatu.com.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata melalui Kapolsek Lhoksukon Iptu Heri Gunawan Tanjong mengatakan, pihak Kesbangpol Linmas meminta pengamanan dari polisi agar tidak terjadi aksi anarkis.

“Kami hanya memfasilitasi dan mengamankan lokasi. Apalagi kantor itu sempat hendak disegel oleh warga. Mereka (warga) datang mempertanyakan hasil pengumuman seleksi 24 tenaga kontrak, yakni delapan sopir dan 16 operator. Dari jumlah yang diterima, tidak ada satu pun warga setempat,” ujar Heri Gunawan.

Setelah menyampaikan aspirasinya, kata Heri Gunawan, warga akhirnya bersedia membubarkan diri dengan catatan memberi waktu dua pekan. Tepat 15 Januari 2016 mendatang, mereka akan meminta jawaban terkait hal itu.

Kepala Kesbangpol Linmas Aceh Utara Adami hingga saat ini belum berhasil dikonfirmasi karena nomor telepon genggamnya tidak aktif. Sedangkan Sekretaris Kesbangpol Linmas Aceh Utara Abubakar, meski handphone-nya aktif, tapi ia tidak menjawab panggilan masuk.[]