Dalam pembicaraan itu, kata Din, Daniel Chardin menyampaikan agar putra pertamanya tersebut menjadi abdi negara, baik sebagai personel Polri atau prajurit TNI.

“Itu disampaikan Pak Daniel saat saya masih di gunung melalui telepon. Bahkan sampai beliau (Daniel) juga datang ke rumah saya,” kata Din Minimi.

Saat itu, Rizki Maulana masih duduk di bangku kelas dua MTsN Julok, Aceh Timur. Setelah Din Minimi dan kelompoknya turun gunung dirinya langsung mempersiapkan putranya itu untuk menjadi seorang abdi negara.

“Dia sendiri (Rizki) yang memilih ingin masuk TNI, saya hanya memberi pilihan kepada dia,” kata Din.

“Sejak turun gunung itu saya langsung membina dia, mulai dari latihan fisik, kesehatan, mental, ideologinya, saya ajari dia supaya dalam NKRI. Dibantu juga sama teman-teman Koramil,” kata Din.

Kemudian, kata Din, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin juga pernah mengarahkan kepada dirinya agar anaknya benar-benar dipersiapkan sebaik mungkin, dengan harapan lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020.

“Kata Panglima waktu itu, apabila anak saya  dipersiapkan dengan baik, semua persyaratannya baik, bagus, pasti akan lulus,” kata Din.

“Kelulusan anak saya ini harapan baru bagi saya, apalagi Panglima mengarahkan anak saya ke arah jalan yang tepat. Anak saya sudah saya serahkan untuk mengabdi kepada negara,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam IM Mayjen TNI Hassanudin mengatakan tentu Din Minimi telah mempersiap anaknya dengan baik sehingga berhasil lulus dalam seleksi Secaba PK TNI AD tahun 2020. Tentu, kata Pangdam IM, dengan mengikuti seleksi yang panjang, begitu ketat, serta transparan dan adil.

“Memang putra beliau memenuhi syarat dan kriteria yang kita harapkan. Tentunya hal ini disiapkan beliau dari jauh hari, mulai syarat fisik, mental, akademik, dan lain sebagainya,” kata Hassanudin.

“Sehingga saya sebagai Pangdam IM merasa senang, merasa bangga bahwa putra daerah seperti anak Pak Din ini menyiapkan diri untuk menjadi regenerasi TNI AD,” katanya.

Pangdam IM menegaskan bahwa semua orang memiliki hak untuk mengabdi kepada negara melalui TNI AD. Kesempatan itu terbuka lebar bagi siapapun, hanya saja dipersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi.

“Tentunya ke depan saya imbau kepada semua keluarga kita di Aceh, kalau memang ada yang berkeinginan, bercita-cita ingin mengabdikan diri melalui jalur TNI AD. Saya sebagai Pangdam IM sangat membuka selebar-lebarnya kesempatan itu dengan catatan persiapkan diri sebaik mungkin tentu karena persyaratan-persyaratan yang diberikan tidak ada yang rahasia semuanya terbuka,” katanya.[]