Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaBerita Aceh UtaraPWI Aceh Utara...

PWI Aceh Utara Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik kepada Kepala Sekolah, Ini Kata Pj Bupati

LHOKSEUMAWE – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Utara-Lhokseumawe menggelar Diklat dan Sosialisasi Kode Etik Jurnalistik kepada para kepala sekolah, di Hotel Rajawali, Lhokseumawe, Sabtu, 12 November 2022.

Selain para kepala Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Aceh Utara dan Lhokseumawe, kegiatan itu juga dihadiri unsur Forkopimda dan perwakilan mahasiswa.

Tampil sebagai pemateri, Tarmilin Usman, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh, dan Muhammad Syahril, Praktisi Pers Indonesia asal Sumatra Utara.

Penjabat Bupati Aceh Utara, Azwardi, AP., M.Si., saat membuka kegiatan itu mengajak semua unsur pemerintah termasuk kepala sekolah agar selalu membangun komunikasi yang baik dengan insan pers terkait informasi menyangkut kepentingan publik dan kemajuan daerah.

“Mari berkolaborasi dengan saudara kita wartawan untuk pencapaian yang kita lakukan agar semua informasi ter-update,” kata Azwardi.

Azwardi juga mengajak semua elemen terkait untuk terbuka dengan wartawan. Apalagi soal kegiatan bersumber dari APBK, dana Otonomi Khusus (Otsus), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan lainnya. “Penggunaan dana BOS, misalnya, itu tidak ada yang perlu ditutup-tutupi,” ucapnya.

Dia berharap para wartawan dapat terus mendukung pembangunan daerah dengan memberitakan informasi secara akurat. “Banyak hal yang perlu dipublikasikan oleh rekan-rekan wartawan agar informasi tersampaikan kepada masyarakat. Begitu juga kalau ada keluhan dari masyarakat menjadi catatan bagi kami,” ujar Azwardi.

Azwardi mencontohkan peran dilakukan para wartawan melalui pemberitaan tentang banjir yang melanda Aceh Utara. “Menteri PUPR turun ke daerah ini berkat pemberitaan media massa. Para pemangku kepentingan hadir ke sini, Alhamdulillah, banjir dapat tertangani dengan baik,” ucapnya.

“Kemudian juga mengenai stunting, sejak saya bertugas di Aceh Utara pada Juli 2022, angka stunting 7,2 persen. Alhamdulillah, sekarang menjadi 6,1 persen. Kami berterima kasih kepada pihak media yang selama ini telah berkolaborasi dalam pembangunan Aceh Utara,” tambah Azwardi.

Ketua DKP PWI Aceh, Tarmilin Usman, berharap semua elemen termasuk kepala sekolah terus menjaga hubungan baik dengan wartawan dengan cara melayani wawancara atau konfirmasi.

“Jangan takut kepada wartawan. Dari organisasi manapun kalau dia wartawan harus dilayani. Kalau tidak dilayani, nanti yang rugi narasumber itu sendiri,” ujar Tarmilin.

Praktisi Pers Indonesia asal Sumatra Utara, Muhammad Syahrir, memberikan pemahaman kepada para peserta kegiatan itu tentang kehadiran pers di tengah-tengah masyarakat saat ini. Dia memberikan gambaran seperti apa wartawan yang sepatutnya dilayani atau tidak.

“Kita semua perlu memahami betul bagaimana tugas wartawan itu yang sebenarnya. Jangan sampai kita membenci kepada wartawan akibat perbuatan oknum tertentu. Karena pekerja pers dalam menjalankan tugasnya untuk menghasilkan karya jurnalistik diatur dalam Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik,” tutur Syahrir.

Ketua PWI Aceh Utara-Lhokseumawe, Sayuti Achmad, mengatakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada para kepala sekolah tentang Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang harus ditaati para wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik. Sehingga, kata Sayuti, para kepala sekolah dapat memahami bagaimana menghadapi wartawan yang melakukan wawancara atau konfirmasi.

“Kegiatan ini merupakan sebuah edukasi yang sangat bernilai untuk disampaikan agar semua pihak mengetahui bagaimana kerja wartawan dan seperti apa kode etiknya. Kita berharap semua mitra kerja agar lebih cerdas menghadapi wartawan di lapangan,” ujar Sayuti.

Sayuti mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan yang telah menghadiri Diklat dan Sosialisasi KEJ tersebut.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 011/Lilawangsa diwakili Kapenrem 011/LW Kapten Inf. Roni Mahendra, Dandim diwakili Kasdim 0103/Aut Mayor Cba. Jumiin, perwakilan sejumlah BUMN dan BUMD, serta tamu undangan lainnya.[](ril)

Baca juga: