ACEH UTARA — Peringatan Milad Samudra Pasai dan Kabupaten Aceh Utara pada tahun 2026–yang diklaim ke-800 tahun–diwarnai penampilan sejumlah qari terbaik Aceh. Mereka telah berkiprah di tingkat lokal, nasional hingga internasional.
Para qari tersebut adalah Dato’ Seri Teuku Syekh Zubaili, S.Sos.I., Drs. Teungku H. Muslim Ali, Teungku Muhammad Yanis, Teungku Muhammad Fazil, S.H., Teungku Bardi Ramli, Teungku H. Ibrahim Minsyari, S.Sos., Teungku Muhammad Faruq, dan Teungku H. Samsul Bahri, M.H.I.
Mereka melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu, khas, dan penuh penghayatan dalam Majelis Haflah Al-Qur’an dan Selawat di panggung utama Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kamis, 10 September 2026, malam.
Majelis tersebut dipandu Dato’ Seri Teuku Syekh Zubaili, yang juga Anggota Komisi I DPRK Aceh Utara.
Acara ini disebut sejalan dengan tema Milad Samudra Pasai tahun 2026, “Tajaga Adat, Tapeukong Syari’at”, yang bermakna menjaga adat dan meneguhkan syariat sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Aceh.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat syiar Islam yang memiliki akar sejarah kuat di bumi Samudra Pasai. Semoga dengan syiar-syiar Al-Qur’an ini dapat menumbuhkan semangat para pencinta Al-Qur’an untuk terus bersemangat memberikan nilai-nilai positif bagi masa depan Aceh Utara yang kita cintai,” kata Syekh Zubaili, di sela kegiatan Majelis Haflah Al-Qur’an.
Syekh Zubaili berharap dengan adanya acara ini masyarakat semakin mencintai Al-Qur’an, dan menjadikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat serta membangun masa depan Aceh Utara secara bersama-sama yang lebih baik.
“Ini bukan hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai agama, adat, budaya, dan peradaban yang diwariskan para indatu kepada generasi Aceh saat ini,” ucap Syekh Zubaili.[]




