Banda Aceh – Di tengah gonjang ganjing persoalan Pilpres di Indonesia membuat kondisi politik nasional tidak stabil dan terlihat merapuh.

"Kalau kita belajar dari patahan sejarah bangsa Indonesia di masa lalu, selalu ada efek ganda baik di tingkat pusat maupun daerah, wabil khusus untuk Aceh. Referendum menjadi altenatif untuk mempertegas kewibawaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah Aceh," ungkap Rafli dalam siaran persnya yang siarkan portalsatu.com/, Kamis, (30/05/2019).

Rafli menambahkan, bila kita merunut ke belakang hampir satu abad usia Indonesia merdeka, Aceh benar-benar telah mewakafkan cintanya lahir dan bantin untuk Indonesia.

“Bagi Aceh adalah martabat tertinggi pemerintah pusat adalah kemandirian daerah. Kondisi nasional yang kian mencekam ini, maka referendum jilid II lebih afdhal bagi Aceh sebagian jalan tengah untuk kebaikan Aceh dan Indonesia,” tegasnya.[] Rilis