BIREUEN – Pemerintah Mahasiswa (PEMA) Universitas Almuslim, mengelar Festival Kebudayaan Umuslim (FKU) II di kampus induk perguruan tinggi swasta itu di Bireuen, 20-25 April 2017.

Anggota DPD RI asal Aceh Rafli Kande tampil sebagai pemateri dalam dialog kebudayaan. Rafli mengupas makna dan syair lagu yang diciptakannya dengan menghubungkan kondisi masyarakat zaman sekarang.

Acara dibuka Rektor Umuslim Dr. H. Amiruddin Idris, SE., M.Si., ditandai dengan menabuh rapai bersama Rafli. Rektor mengatakan, terkenalnya Umuslim selama ini tidak terlepas dari prestasi bidang budaya khususnya seni tari.

Ketua Panitia FKU, Basyir menjelaskan, sejumlah perlombaan digelar, yaitu lomba menulis opini, lomba fotografi, lomba baca puisi, lomba seumapa, lomba peugoet (anyam/menganyam) reungkan, lomba permainan tradisional, pameran kreativitas, fashion show tingkat TK/PAUD, pemilihan Duta Mahasiswa Umuslim, panggung hiburan, donor darah  dan dialog kebudayaan.

Presiden Mahasiswa Umuslim, Nyak Raika Najmi mengatakan, tujuan FKU sebagai ajang silaturahmi dan  menyalurkan bakat untuk mempertahankan budaya tradisional Aceh. “Dalam festival ini kita juga menggelar beberapa kegiatan budaya yang sudah lama ditinggalkan generasi muda,” kata dia dikutip dari siaran pers dikirim Humas Umuslim.

Pameran Alutsista

Kegiatan tersebut juga diisi 24 stan pameran, termasuk stan Kodim 0111/Bireuen dan Yonif 113/Jaya Sakti. Komandan Batalyon Infanteri 113/JS Letkol Inf Ade Hansen menjelaskan, pameran Alutsista yang ditampilkan antara lain Senjata Mesin Berat (SMB), senapan serbu, seniper, pistol, truk pengangkut personel, single cabin dan kendaraan tempur lapis baja jenis Anoa.

Berdasarkan siaran pers Media Center Iskandar Muda, Danyon Ade Hansen mengatakan, tujuan pameran tersebut  untuk mengenalkan TNI kepada masyarakat, sehingga menumbuhkan minat dan cita-cita generasi muda khususnya para pelajar untuk menjadi TNI. “Selain itu, kita menunjukan kepada masyarakat bahwa esistensi satuan Yonif 113/JS dengan segala persenjataan dan alutsista yang dimiliki siap untuk menjaga dan mendukung tugas pengamanan dan ketahanan di wilayah Aceh,” ujar Ade Hansen.[](rel)