BANDA ACEH –Dosen Universitas Bina Bangsa Getsampena (UBBG) Banda Aceh, Zahraini, telah meraih gelar doktor bidang Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Medan (Unimed), pada 30 Januari 2023.

Pada akhir sidang lalu, yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, Zahraini dinyatakan lulus dengan mendapatkan nilai A.
Hari ini, Rabu, 22 Februari 2023, dia diwisuda di kampus tesebut.dan dinyatakan lulus dengan pujian alias cum laude.

Untuk menyelesaikan jejang tertinggi akademik tersebut, Zahraini membuat disertasi berjudul “Pengembangan Model Total Quality Management in Islamic Education (TQM-IE) pada Pesantren Tradisional (Dayah Salafiyah) di Propinsi Aceh”. Penelitian ke dayah-dayah di berbagai wilayah Aceh itu membutuhkan waktu selama sekira dua (2) tahun.

Sepanjang penelitiannya, Zahraini turut meminta pandangan beberapa orang pakar dan praktisi bidang dayah, di antaranya, Prof. Dr. H M Hasbi Amiruddin, MA, Prof Dr. Murniati AR, M.Pd., Prof Dr Mujiburrahman, M.Ag., Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab, Usamah, S.Ag, MM., Azhari, S.Ag, S.M.Si, Mustafa, S.Sos, M.Si, Khairuddin, S.T.M.T.

Sebagai bentuk kegunaan langsung dari penelitian untuk disertasinya, perempuan kelahiran Banda Aceh tersebut merekomendasikan beberapa hal kepada Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Rekomendasi tersebut di antaranya, yaitu: Dinas Pendidikan Dayah Aceh (Dinas Dayah) diharapkan mengembangkan model manajemen dalam penelitian ini untuk manajemen di lembaga pendidikan pesantren tradisional.

Zahraini menyarankan, Dinas Dayah perlu menfasilitasi sosialisasi dan penerapan model manajemen pendidikan pesantren tradisional kepada masyarakat di seluruh wilayah Aceh khususnya pihak dayah sendiri.

“Kami mengharapkan, Dinas Pendidikan Dayah Aceh dapat membentuk tim koordinasi pengelolaan model pendidikan pesantren tradisional berbasis TQM-IE (Total Quality Management in Islamic Education). Perlu juga, membangun jejaring dengan pihak mitra secara konsisten dan kontinu untuk melihat pengelolaan model intitusi pendidikan tersebut. Selain itu, penting pula mengembangkan model tersebut ke wilayah lain yang memiliki kondisi rill seperti di Aceh,” kata Zahraini.

Zahraini merekomendasikan beberapa hal kepada Pemerintah Aceh, di antaranya, dia meminta pemerintah Aceh membuat qanun untuk mengembangkan model pendidikan pendidikan dayah di Aceh.

“Kita mengharapkan, Pemerintah Aceh dan DPRA dapat membuat aturan supaya M2P2TQM-IE (Model Management Pendidikan Pesantren Berbasis Total Quality Management in Islamic Education) dikembangkan ke seluruh Aceh. Dinas-dinas terkait perlu dikoordinir untuk berkerja sama dalam program pengembangan M2P2TQM-IE tersebut. Selain itu, penting pula menetapkan waktu pelaksanaan implementasi M2P2TQM-IE untuk segera dilaksanakan,” kata Zahraini.

“Menurut penelitian kami, dayah merupakan salah satu warisan Aceh dari zaman kesultanan Sumatra (Samudra Pasai) dan Kesultanan Aceh Darussalam. Ini merupakan warisan tak benda yang penting untuk dilestarikan di Aceh. Budaya-budaya dasar di dayah, seperti takzim pada guru, harus dipertahankan. Bersamaan dengan itu, ada beberapa hal yang perlu diterapkan di dayah, seperti M2P2TQM-IE, supaya dayah dapat mengimbangi pengembangan pendidikan modern, dengan tetap dan berwibawa,” kata Dr Zahraini, S.Pd, M.Pd, dalam siaran persnya, Rabu, 22 Februari, 2023.

Panitia Sidang Kelulusan

Panitia sidang ujian doktor tersebut, Ketua sidang adalah Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syamsul Gultom, SKM, M.Kes. Sekretaris sidang adalah Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd. Pesertanya adalah Prof. Dr. Benyamin Situmorang, M.Pd sebagai Promotor I, dan Dr. Rosnelli, M.Pd. sebagai promotor II.

Sidang tersebut turut dihadiri oleh Prof. Dr. Nasrun, M.Pd selaku Ketua Program Studi S3 Manajemen Pendidikan. Yang bertindak sebagai penguji adalah Prof. Dr. Hj. Rosmala Dewi. M.Pd. Kons., Dr. Darwin, M.Pd, dan Prof. Drs. Sriadhi, M.Pd., M.Kom., Ph.D selaku penguji internal dan penguji eksternal adalah Prof. Dr. Aan Komariah, M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia.

Riwayat Penelitian

Zahraini merupakan anak ketiga dari enam bersaudara, buah hati dari pasangan (almarhum) Zainal Abidin Hasan dan Hj. Nuraini Husen, di Gampong Lamreung, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Zahraini memulai kuliah Strata 3 (S3) pada tahun 2016, dengan program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia dalam Negeri (BUDI DN). Dia mengikuti seminar proposal pada tanggal 19 September 2018 serta memulai penelitiannya pada 29 November 2018. Penelitian dilakukan pada 24 dayah di Aceh secara acak itu berakhir pada Juni tahun 2020.

Sebelum kuliah S3 di Unimed, Zahharini mendapatkan titel Strata 1 (S1) bidang Pendidikan Kesejahteraan Keluarga di FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Universitas Syiah Kuala, dan S1 Bahasa Inggris di Universitas Serambi Mekkah. Setelah itu, dia meraih Strata 2 (S2) bidang Mamajemen Administrasi Pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Penelitian Lainnya

Sebagai informasi, selain memilih disertasi tetang dayah, Zahrani juga pernah mendapatkan prestasi, beberapa kali mendapatkan hibah penelitian Kemeristek DIKTI.

Prestasi Zahraini lainnya adalah pernah memenangkan penelitian Kompetitif SBKU Kemenag RI yang berjudul “Transformasi Pesantren Salafiyah Setelah Qanun Pemerintah Aceh No 9 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah Di Propinsi Aceh”.[]Rilis