Karya Taufik Sentana*
Balutan pandemi yang menyelimut bumi
takkan mengaburkan indahnya penghulu bulan di tahun ini.
Ia bagai siraman dari langit dengan
sulaman harapan dan perjamuan bagi jiwa jiwa yang ingin tersucikan.
Walau mungkin sunyi dan rindu kita berlainan di bulan ini,
tapi gairah dan hasrat kita untuk
merengkuh fitri tetaplah sama indahnya.
Di beberapa tempat dan daerah
shaf shaf salat dan interaksi kita
semakin berjarak karena waspada.
Semua menjadi ruang takjub sendiri
bagi pencarian kita untuk tersadar lagi
sembari memberi makna baru bagi kehidupan kita di bumi.[]
*Peminat sasta sufistik.


