Rami, gulma yang telah lama dinilai sebagai tanaman terlarang dan termasuk dalam daftar narkotika negara, kini membuat Thailand terguncang. Demikian disiarkan bangkokpost.com.

Seusai pemerintah Thailand melegalkan tanaman tersebut sebagai barang komersial di negara itu tahun lalu, maka mereka mempromosikan rami dan ganja sebagai tanaman perdagangan baru.

Kini, ada sepuluh kategori barang atau produk yang dihasilkan dari ganja, mulai dari semprotan mulut, suplemen makanan, produk perawatan kulit dan minuman energi hingga obat penghilang rasa sakit dan produk spa menguangkan sensasi.

Sejak 29 Januari 2021, Food and Drug Administration (FDA) telah mengizinkan individu, badan hukum, kantor pemerintah, perusahaan komunitas, dan perusahaan untuk mendaftar menggunakan bagian legal ganja dan rami untuk tujuan medis, serta tekstil, farmasi dan industri kosmetik.

Untuk perizinan, di Bangkok, permohonan registrasi diproses di kantor FDA, sedangkan di provinsi lain dikirimkan ke kantor kesehatan umum provinsi.

Penerapan untuk impor dan ekspor rami harus diserahkan ke kantor FDA. FDA mendorong untuk mempercepat daftar ganja didaftar Obat Esensial Nasional dan untuk digunakan dalam produk makanan.

Panitia FDA pada 22 Februari 2021 menyetujui draf dari menteri kesehatan masyarakat yang menempatkan ganja dalam daftar itu, juga mengizinkan penggunaannya sebagai bahan dalam produk makanan seperti ekstrak minyak untuk sereal sarapan, produk roti, minuman, makanan ringan, mentega, dan suplemen makanan.