LHOKSUKON – Gerakan Mandiri Pemuda Nanggroe (Rampagoe) Aceh mengapresiasi para kawula muda yang memilih berjualan saat bulan puasa. Pilihan tersebut dianggap mampu melihat peluang, mengingat banyaknya masyarakat yang mencari menu berbuka atau takjil di sore hari.
Hal tersebut diungkap Sekjen Rampagoe Aceh, Vicky Maldini S.TP, kepada portalsatu.com/, Jumat, 1 Juni 2018. Ia menyebutkan, dirinya berharap para anak muda jangan hanya berjualan pada bulan Ramadan saja, namun dapat dilakukan secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Karena, kata Vicky, wirausaha merupakan profesi yang menjanjikan, serta dapat membuka lapangan kerja baru untuk yang membutuhkan.
“Ini langkah yang cerdas dipilih oleh anak muda Aceh. Kami berharap anak muda dapat mengembangkan jiwa eunterpener-nya karena di masa yang akan datang persaingan dagang akan semakin ketat,” ujar Vicky.
Kata Vicky, dalam usaha dagang sangat penting menjaga kualitas, serta membuat inovasi-inovasi baru agar menarik minat konsumen. Namun tak kalah penting adalah pelayanan yang prima kepada pembeli dengan sikap ramah.
Vicky ingin mengajak anak muda untuk bergabung dalam komunitas Rampagoe, yaitu sebuah perkumpulan kawula muda pecinta jiwa dagang. Dalam komunitas tersebut telah bergabung puluhan anak muda yang sudah memiliki usaha di Aceh.
“Di Rampagoe, kita sama-sama belajar tentang usaha, teknik dan mekanisme pengembangan usaha, serta banyak innovasi baru didapatkan di sini. Kami ingin mengajak para anak muda untuk bergabung,” ucap Vicky.[]


