BASILAN – Media Filipina melaporkan setidaknya ada 100 sampai 150 orang anggota kelompok Abu Sayyaf yang terlibat pertempuran dengan militer Filipina. Sebagian di antara mereka, ada yang tewas dan puluhan luka-luka.

Inquirer.net, Minggu (10/4/2016) melaporkan, pertempuran terjadi di kawasan Tipo Tipo dan Al-Barka Pulau Basilan, Filipina Selatan. Versi pemerintah militer Filipina, ada 18 tentara tewas dan lima teroris tewas. Sisanya, puluhan orang terluka.

Tiga orang sumber yang tahu soal peristiwa tersebut mengatakan, misi tim militer adalah untuk membunuh atau menangkap komandan Abu Sayyaf bernama Isnilon Hapilon. Nama tersebut sudah dikonfirmasi terlibat dalam berbagai serangan teroris yang terafiliasi dengan ISIS. Amerika Serikat memasukkan nama Isnilon sebagai teroris berbahaya dengan nilai hadiah US$ 5 juta. 

Para teroris Abu Sayyaf diyakini memiliki senjata berat, bahkan peluncur granat berjenis M203. Jumlahnya pun cukup banyak, diyakini di kisaran 100-150 orang. Semua rata-rata berusia muda.

Seorang juru bicara dari tentara Filipina yang ikut penyerbuan, Kolonel Benedict Manquiquis, kepada radio DZRH menjelaskan, pasukan Filipina saat itu sedang dalam perjalanan menuju lokasi kelompok Abu Sayyaf. Tiba-tiba di tengah jalan, mereka disergap lebih dulu oleh kelompok ekstrem tersebut.

“Kelompok kami sedang dalam perjalanan untuk menyerang mereka. Saat di perjalanan, mereka disergap,” kata Benedict.

“Musuh berada dalam posisi yang lebih tinggi. Jadi di mana pun tentara kami mencari perlindungan, mereka masih bisa terkena senjata berat dan peledak dari kelompok Abu Sayyaf,” tambahnya.

Data yang disampaikan Benedict menyebutkan, 18 tentara Filipina tewas, empat di antaranya dipenggal kelompok Abu Sayyaf. Dari pihak musuh, ada 5 orang tewas. Sebagian lagi, 53 tentara dan 20 kelompok Abu Sayyaf luka-luka.[] sumber: detik.com