Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaRatusan Buruh Demo...

Ratusan Buruh Demo Bea dan Cukai Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE – Ratusan buruh angkut dan sopir truk di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara bersama mahasiswa melakukan aksi demo di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Jalan Iskandar Muda, Lhokseumawe, Kamis, 19 Mei 2016. Mereka menuntut pihak KPPBC agar tidak mengintervensi pelaku ekspor dan impor di pelabuhan, sebab dapat berdampak terhadap mata pencaharian buruh.

“Kami mendesak Bea Cukai untuk tidak menghentikan aktivitas atau melarang kapal impor masuk ke pelabuhan tersebut. Jika itu dilakukan maka perekonomian masyarakat akan turun drastis,” kata Fakrurrazi dalam orasinya.

Fakrurrazi menduga ada permainan di instansi Bea dan Cukai. Pasalnya, ada  kapal yang masuk ke pelabuhan dipersulit, dan ada juga yang dipermudah.

“Hari ini kita juga membawa truk ikut ke kantor Bea Cukai, mempertanyakan soal aktivitas di pelabuhan terhenti sejak beberapa pekan terakhir. Jangan hentikan kapal masuk di Pelabuhan Krueng Geukueh. Kalau melarang sama dengan mematikan perekonomian kami. Apalagi ini menjelang puasa dan lebaran, kami butuh makan dan biaya hidup,” ujar Fakrur.

Deliansyah, salah seorang importir kepada portalsatu.com menyebutkan ada oknum Bea dan Cukai yang menghalangi kegiatan impor di Pelabuhan Krueng Geukueh. Kata Deliansyah, oknum tersebut salah seorang kepala bidang pada Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Aceh.

Menurut Deliansyah, pengawasan terhadap barang masuk/impor di Pelabuhan Krueng Geukueh tetap ditangani pihak Bea dan Cukai Lhokseumawe. Namun, kata dia, kini proses masuk barang tersebut sangat susah.

“Pasti ada intervensi oleh oknum tersebut, sebab saat kita jumpai tidak mau, kita hubungi juga tidak ada respon. Dengan demikian kegiatan di pelabuhan terbentur,” sebut Deliansyah.

Kepala KPPBC Lhokseumawe melalui Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan, Arya Abdillah kepada portalsatu.com membantah adanya intervensi seperti yang disampaikan para pendemo maupun importir yang ikut aksi itu.

Menurut Arya, sampai saat ini pihaknya tidak pernah mendapatkan informasi bahwa ada pihak luar yang ikut mengintervensi Bea dan Cukai Lhokseumawe. “Itu tidak benar, kami tidak pernah mendengar itu,” tegas Arya.[]

Baca juga: