LHOKSUKON – Seluas 200 hektare sawah yang baru ditanami padi di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terendam banjir. Jika debit air terus bertahan hingga beberapa hari ke depan, kemungkinan besar para petani akan gagal tanam.
“Banjir kali ini akibat meluapnya Krueng (sungai) Peuto. Ada beberapa titik yang parah karena ikut merendam badan jalan, di antaranya Gampông Krueng KM V dan Gampông Kumbang KM VII. Namun yang sangat disayangkan, sekitar 200 Ha sawah baru ditanami padi beberapa hari lalu. Kemungkinan tahun ini petani akan gagal turun ke sawah,” kata Camat Lhoksukon, Saifuddin, saat ditemui portalsatu.com di lokasi banjir KM X, Rabu, 4 Januari 2016.
Ia menyebutkan, saat ini hujan ringan masih turun, ditambah lagi langit juga mendung. Untuk itu, Camat mengimbau masyarakat tetap waspada akan banjir susulan.
“Di KM X sudah surut, tapi masyarakat harus tetap waspada banjir susulan. Hingga pukul 10.00 WIB tadi, berdasarkan laporan geuchik, ada tujuh gampông yang terendam. Hal ini juga telah kami laporkan ke kabupaten. Kami juga sudah lapor BPBD Aceh Utara, tapi sejauh ini belum ada pengungsi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Lhoksukon termasuk kawasan langganan banjir saat musim hujan, khususnya di akhir dan awal tahun.
“Beberapa titik tanggul yang jebol ada yang telah diperbaiki, namun belum maksimal. Kami selalu kabarkan ke kabupaten dan provinsi, agar tanggul itu cepat ditanggulangi sehingga tidak banjir lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Danramil 08 Lhoksukon, Kapten Inf Nurdi Hidayat di lokasi yang sama menambahkan, banjir kiriman ini terjadi akibat hujan lebat di kawasan Bener Meriah.
“Air kiriman dari Bener Meriah membuat debit air sungai induk Krueng Keureutoe tinggi, sehingga anak sungai Krueng Peutoe meluap. Saat ini anggota sudah turun ke lokasi banjir dan terus memantau perkembangan,” katanya.
Ditemui secara terpisah di lokasi banjir lainnya, Jailani, Kepala Dinas Sosial Tengah Kerja dan Transmigrasi Aceh Utara, menyebutkan, pihaknya sudah turun ke lokasi banjir sejak pagi tadi.
“Kami sudah keliling ke lokasi banjir, namun untuk data pasti belum ada. Sejauh ini belum ada informasi dari Camat terkait adanya pengungsi. Namun kita akan terus memantau kondisi korban banjir,” ucapnya singkat. []




