MEUREUDU – Rumah Belajar Harmoni Kebencanaan (RBHK) melatih 33 kader kesehatan dari lima gampông dan dua perwakilan Puskesmas di Kabupaten Pidie Jaya, di Aula Kantor Camat Trienggadeng, Rabu, 1 Maret 2017.

Manager Program RBHK Maman Natawijaya mengatakan, gempa bumi yang melanda Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu menimbulkan kerusakan infrastruktur. Kerusakan tersebut menjadikan masyarakat semakin rentan. Mayoritas masyarakat tinggal dan tidur di tenda-tenda depan rumah, huntara tanpa akses air bersih dan toilet, kerusakan sumur dan toilet, perubahan prilaku konsumsi makanan masyarakat, ditambah lagi sanitasi dan prilaku hidup bersih dan sehat yang tidak maksimal.

“Team lapangan kami menemukan masih ada masyarakat Buang Air Besar (BAB) di pinggir pantai, semak-semak, gali tanah, bungkus plastik atau di atas parit. Tentunya berbagai ancaman penyakit menjadi lebih besar di masyarakat itu sendiri,” ujarnya melalui siaran pers.

Oleh karena itu, sambung Maman, promosi dan aksi kebersihan dan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, kususnya air bersih, sanitasi dan hygiene (WASH) serta memberikan respon WASH yang berkualitas dan efektif.

“Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri kader-kader gampông dalam melakukan respons WASH itulah, pelatihan ini kami laksanakan,” kata Maman.

Dalam pelatihan ini, ujar Maman, para kader kesehatan dari Gampông Lancang Paru, Paru Cot, Tuha, Deah Pangwa, Kuta Pangwa dan perwakilan dua Puskemas tersebut akan ditingkatkan kapasitas dan keterampilannya. Dengan begitu ketika kembali ke gampông, bersama staff RBHK dapat mempromosikan praktek WASH yang aman, termasuk penggunaan dan perawatan fasilitas WASH yang tepat.

Mereka juga diharapkan memastikan aksi prioritas untuk melindungi air dan sanitasi yang menimbulkan resiko kesehatan, memastikan keterlibatan masyarakat  dalam perencanaan dan kegiatan WASH-promosi hygenitas dan perawatan fasilitas WASH.

“Serta membangun kerja berjejaring dan koordinasi antarpemangku kepentingan WASH di tingkat gampông maupun pemerintahan lokal.

Program RBHK di Pidie Jaya

RBHK kata Maman, merupakan gabungan lembaga-lembaga yang bekerja untuk kemanusiaan terdiri dari Kelompok Kerja Sosial Perkotaan (KKSP), Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), CIS Timor dan Aksara Yogyakarta  didukung Oxfam Indonesia.

Lebih lanjut ia menjelaskan, RBHK melaksanakan program Public Health Enginering (PHE) di lima gampông korban gempa di Pidie Jaya.

“Kami sedang membangun atau rehab sumur dan kamar mandi di lima gampông, distribusi paket kebersihan diri bekerjasama dengan keude-keude di gampông, distribusi alat kebersihan rumah dan pertukangan, distribusi tenda dan program kesehatan kepada masyarakat melalui media permainan ular tangga, perilaku hidup bersih sehat, rantai air minum aman, toilet aman dan cuci tangan pakai sabun (CTPS),” ujarnya.[]