BANDA ACEH – Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, mengatakan, cairan reagen atau senyawa kimia yang digunakan untuk pemerikasaan swab (sampel lendir) pasien diduga terjangkit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) diperkirakan tiba di Aceh pekan depan.
“Mudah-mudahan minggu depan ini masuk (ke Aceh). Reagen (pesanan) Jerman, diperkirakan kalau enggak Selasa atau Rabu masuk,” kata Hanif kepada wartawan, Sabtu, 11 April 2020.
Hanif menjelaskan, dengan tibanya cairan reagen tersebut, maka PCR milik Kementerian Kesehatan RI di daerah Siron, Aceh Besar, dapat difungsikan untuk melakukan tes swab terhadap pasien dengan gejala virus corona.
“Kalau masuk hari Selasa atau Rabu, kita optimalisasikan, Jumat bisa digunakan. Sementara kita gunakan dulu lab dari Balitbang Kemenkes di kawasan Siron,” ujar Hanif.
Hanif menyebut Pemerintah Aceh memesan cairan reagen ke Jerman melalui distributor di Jakarta untuk 1.000 orang sampel. Namun, hanya untuk 100 orang sampel yang dapat dikirim ke Aceh mengingat reagen juga dibutuhkan hampir seluruh negara.
Apabila Laboratorium PCR di Aceh Besar telah berfungsi, maka untuk melakukan tes swab Covid-19 tidak perlu lagi dikirim ke Jakarta. “Kalau itu (reagen) masuk berarti swab kita tidak perlu lagi ke Jakarta, bisa di sini. Kualitasnya sama, mesinnya sama, cuma beda merek saja. Kalau di Siron mesin buatan Jerman, yang di Jakarta mesin buatan Amerika Serikat,” kata Hanif.
Saat ini, kata Hanif, Aceh memiliki dua Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR), masing-masing milik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Kemenkes RI. Namun yang akan difungsikan nanti lab milik Kemenkes RI di Aceh Besar.
Sedangkan lab milik Unsyiah, lanjut Hanif, tidak bisa beroperasi lantaran tidak memiliki izin dari Kemenkes RI. Selain itu juga harus dilakukan beberapa perbaikan fasilitas keamanan ruangan sehingga mencapai tingkat dua keamanan operasi.
“Kalau itu sudah oke paling tidak tingkat level dua, kalau enggak cukup keamanan tingkat dua itu enggak boleh operasi, jadi tingkat keamanannya tingkat dua,” pungkasnya.[]



