BANDA ACEH – Sekitar 130 karyawan Hermes Palace Hotel Banda Aceh dirumahkan akibat pandemik wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Operasional hotel juga ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.
General Manager (GM) Hermes Palace Hotel Banda Aceh, Budi Syiaful menyampaikan, operasional hotel mewah di Tanah Rencong tersebut terpaksa ditutup karena dalam kondisi darurat Covid-19. Selain itu, mengikuti instruksi pemerintah terkait social distancing sebagai upaya penanganan pencegahan virus corona.
“Karena kami ikut imbauan dari Pemerintah Aceh, juga untuk social distancing dan lain sebagainya. Kemudian, kami memang di akhir Maret lalu kunjungan juga rendah, di bawah 10 kamar gitu,” kata Budi Syaiful saat dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 10 April 2020, malam.
Budi mengatakan, sejak 5 April 2020 sekitar 130 karyawan hotel tersebut sudah dirumahkan. Meski dirumahkan, pihak manajemen Hotel Hermes telah memberikan pesangon 50 persen dan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya.
“Yang kemarin kena unpaid 130 orang, dan yang lainnya ada beberapa orang yang jaga juga. Intinya 130 yang dirumahkan. Mereka sekarang dirumahkan dulu, status karyawan adalah tetap karyawan Hotel Hermes,” ujarnya.
Hermes Palace Hotel Banda Aceh akan kembali dibuka sampai keadaan membaik seperti biasa dan adanya informasi dari pemerintah bahwa Aceh bebas dari virus corona atau Covid-19. “Secepatnya kami akan buka, sampai situasi kembali normal,” pungkas Budi.[]


