BerandaBerita LhokseumaweRektor IAIN Lhokseumawe: Perubahan Skema Biaya Haji Tahun 2023/1444 Wajar dan Berkeadilan

Rektor IAIN Lhokseumawe: Perubahan Skema Biaya Haji Tahun 2023/1444 Wajar dan Berkeadilan

Populer

LHOKSEUMAWE – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Dr. Danial, S.Ag., M.Ag., menilai usulan Pemerintah kepada DPR tentang kenaikan Biaya Penyelengaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2023 M/1444 H dari Rp39 juta menjadi Rp69,2 juta wajar dan berkeadilan. Dinilai wajar karena komponen-komponen BPIH juga ikut naik, mulai dari biaya penerbangan dari embarkasi ke Arab Saudi, akomodasi Mekkah, akomodasi Madinah, living cost sampai dengan visa.

Menurut Danial, masyarakat perlu menyadari bahwa selama ini negara telah menanggung begitu besar biaya haji yang seharusnya manjadi beban masing-masing jamaah. Di mana secara hukum negara tidak berkewajiban menanggungnya, karena pada dasarnya haji hanya diwajibkan bagi mereka yang mampu alias tak perlu subsidi.

Tahun ini Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) mengusulkan besaran BPIH Rp98 juta lebih, bertambah Rp514.000 dari tahun sebelumnya. Dari total dana tersebut jamaah haji hanya diwajibkan membayar 70 persen, sisanya 30 persen ditanggung negara yang diambil dari keuntungan pengelolaan Dana Abadi Haji. Dari 70 persen inilah muncul angka Rp69,2 juta.

“Usulan biaya perjalanan Ibadah Haji Indonesia masih tergolong murah dan wajar dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, seperti Palestina 94 juta, Mesir 104 juta, Maroko 116 juta, dan Tunisia 135 juta Rupiah, yang pelayanan ibadah haji mereka belum tentu lebih baik dari yang didapat oleh jamaah haji dari Indonesia,” ujar Danial, Ahad, 22 Januari 2023.

Perubahan skema biaya haji tahun ini juga dipengaruhi kondisi ekonomi dunia yang belum benar-benar kondusif. Hal itu ditandai dengan inflasi global yang tak terkendali, kenaikan biaya penerbangan karena naiknya avtur, serta nilai tukar Dolar dan Riyal yang lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Sebagaimana disampaikan Dirjen Haji Kemenag sebelumnya, angka Rp69,2 juta itu sudah mengakomodir pemotongan harga layanan Masy’aril Haram yang diturunkan oleh Kerajaan Arab Saudi selama empat hari yang mencakup Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Danial menilai keputusan Kemenag mengubah skema biaya haji pada tahun ini lebih maslahat dan berkeadilan kerena negara mengalokasikan anggaran dari Dana Abadi Haji untuk menyubsidi biaya seluruh jamaah haji dari tahun ke tahun. Jangan sampai subsidi hanya untuk para jamaah tahun ini, sehingga jamaah haji tahun-tahun berikutnya yang daftar tunggunya masih sangat panjang tidak mendapatkan lagi.

“Semuanya adalah anak bangsa yang harus diperhatikan oleh negara, dan harus diperlakukan sama dengan seadil-adilnya,” ucap Danial.[](*)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya