Rabu, Juli 24, 2024

Tinjau Venue PON XII,...

SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie meminta rekanan terus memacu pekerjaan tiga venue yang...

Wali Nanggroe dan Mualem...

JAKARTA – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar...

Balai Syura: Perempuan Aceh...

BANDA ACEH - Balai Syura Ureung Inong Aceh dan seluruh elemen gerakan perempuan...

Pemko Subulussalam dan Pemkab...

SUBULUSSALAM - Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam menjalin kerja sama atau MoU dengan Pemerintah...
BerandaNewsRelawan Zaini Abdullah...

Relawan Zaini Abdullah Deklarasi di Benteng Tugu Kuta Rih

BANDA ACEH – Sejumlah pemuda, mahasiswa dan segenap elemen sipil Aceh Tenggara mendeklarasikan Tim Relawan Zaini Abdullah-Aceh Tenggara pada Jumat, 19 Februari 2016 lalu. Deklarasi dilakukan di Benteng Tugu Kuta Rih, Kecamatan Babussalam, Kutacane, Aceh Tenggara.

“Benteng Tugu Kuta Rih menjadi tempat deklarasi mengandung makna sebagai simbol perjuangan demi mempertahankan Tanah Aceh walau menjadi ladang pembantaian oleh penjajah. Harapannya, dr.Zaini Abdullah dapat mengambil hikmah dari tragedi Kuta Rih dalam membangun dan menata Aceh,” ujar Sawaluddin Broeh selaku Koordinator Relawan Zaini Abdullah, melalui siaran persnya, Minggu, 21 Februari 2016.

Menurutnya perjuangan tanpa mengenal kata menyerah telah dilakukan para pejuang di Benteng Kuta Rih pada 24 Juni 1904 silam. Mereka bersatu padu, saling membantu dalam berjuang melawan penjajahan Belanda walau harus mengorbankan harta, tenaga bahkan nyawa. 

“Semangat ini diharapkan akan menjadi ruh perjuangan dr. Zaini Abdullah dalam membawa Aceh ke depan,” ujarnya lagi.

Sawaluddin mengatakan perdamaian adalah komitmen kuat yang perlu terus diperkokoh di Bumi Aceh. Menurutnya perdamaian tanpa pembangunan akan meruntuhkan nilai-nilai perdamaian yang telah ditempuh. 

“Komitmen dr. Zaini Abdullah sebagai Gubernur Aceh telah terbukti dan teruji dalam merawat dan memperkuat perdamaian. Politik Anggaran yang telah dijalankan dan direncanakan tahun 2016 ini – menunjukkan pembangunan melalui pendekatan kewilayahan di setiap jengkal tanah Aceh,” katanya.

Sawaluddin mengatakan peran dr. Zaini Abdullah sebagai tokoh dan simbol yang terlibat langsung dalam proses perdamaian Aceh hingga kini masih diperlukan untuk menjamin konsistensi. Menjadi lebih penting lagi, kata dia, ketika orang yang sama menjalankan pembangunan lewat otoritasnya sebagai gubernur mengisi ruang pasca komitmen damai Aceh. 

“Perdamaian tanpa pembangunan akan mati muda, karena itu, dr. Zaini Abdullah seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan antara peran perdamaian dan peran pembangunan. Dengan demikian, dr. Zaini Abdullah sangat layak untuk melanjutkan sesi periode kedua menjadi Gubernur Aceh 2017-2022,” katanya.

Menurutnya Zaini Abdullah telah melakukan banyak hal sejak memimpin Aceh dari 2012 hingga kini. Dia mencontohkan seperti pembenahan tata kelola pemerintahan sebagai fondasi terus dilakukan untuk mencapai bentuk yang ideal. Selain itu, program-program unggulan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur secara berkesinambungan terus dipacu agar tujuan Aceh yang lebih baik semakin cepat tercapai. 

“Walau kadang mengalami gangguan dalam perjalanannya,” ujarnya. “Dari tahun ketahun, termasuk tahun 2016 ini, kita melihat usaha kuat dr. Zaini Abdullah sebagai gubernur untuk membuka keterisolasian sekaligus memperlancar akses antar daerah di Aceh cukup menjadi bukti komitmen kuat membangun Aceh tanpa membedakan kawasan. Anggaran pembangunan untuk Kawasan Barat-Selatan hingga kepulauan, begitu juga kawasan Tengah-Tenggara Aceh cukup besar dari tahun ke tahun,” katanya.

Sawaluddin menilai respons dr. Zaini Abdullah terhadap permasalahan sosial keagamaan cukup tinggi, begitu juga sikap menjaga toleransi dan kerukunan antar warga. Dia juga mengatakan Zaini Abdullah selalu hadir pada kesempatan pertama setiap bencana alam dan permasalahan sosial yang meluas terjadi. 

“Dari deretan bukti yang ada, tidak ada alasan untuk tidak mendukung dr. Zaini Abdullah kembali menjadi gubernur periode kedua lima tahun yang akan datang,” katanya.
 
Di sisi lain, Sawaluddin mengatakan ada hal yang paling menonjol dari pribadi Zaini Abdullah. Hal itu adalah memegang kuat prinsip demi rakyat walau kadang tidak populis. 

“Beliau tidak akan kompromi dan tunduk terhadap keinginan sekelompok orang dengan mengabaikan prinsip kepentingan rakyat. Beliau tidak peduli akan dicaci-maki, dicemoohkan, dizalimi, dan dikhianati – demi mempertahankan prinsip untuk kepentingan rakyat Aceh,” katanya.[]

Baca juga: