SINABANG – Nerdi Rahman (16), warga Desa Lugu Sebahak, Kecamatan Teluk Dalam, Simeulue, mengidap penyakit kanker ganas, Rhabdomyosarcoma (Rabdomiosarkoma). Kasus pasien menderita kanker itu jarang ditemukan tim medis RSUD Simeulue.
Penyakit itu membuat Nerdi Rahman terbaring tak berdaya di ruang rawat inap Al Kabir RSUD Simeulue sejak 24 Oktober 2019 lalu. Kondisinya semakin kritis, bagian paha kanan mengalami pembengkakan dengan diameter mencapai 25 cm.
Pihak RSUD Simeulue menyatakan telah berupaya maksimal melakukan tindakan medis dan disimpulkan untuk dirujuk ke RSUZA Banda Aceh guna menyelamatkan nyawa pasien itu. Namun pihak keluarga pasien beralasan masih bermusyawarah.
Saat ini Nerdi Rahman masih dalam perawatan di RSUD Simeulue. “Pasien kanker Rhabdomyosarcoma dextra itu, kita rawat sejak tanggal 24 Oktober 2019 lalu. Kasus penyakit kanker itu langka, sebab selama 4 tahun saya bertugas disini, baru kasus itu yang kita tangani. Untuk penyembuhannya harus dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, namun pihak keluarga pasien belum ada kesimpulan hasil musyawarahnya,” kata dr. Afita Sari, Sp.A., yang menangani pasien menderita kanker itu, didampingi Nasir Fuadi, SKM., Kabid Pelayanan Medis RSUD Simeulue, ditemui portalsatu.com/, Jumat, 1 November 2019
Menurut Nadir Fuadi, pihaknya telah berupaya membujuk keluarga pasien itu supaya dirujuk dan ditangani di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap.
“Pihak kita dari manajemen RSUD Simeulue sudah berupaya membujuk orang tua pasien, sebab yang bisa dilakukan oleh tim medis kita hanya memberikan pengobatan untuk menghilangkan nyeri saja. Apalagi saat ini penyakit kanker itu semakin menyebar hingga bagian pinggang pasien. Bila makin lama tidak dirujuk, makin mengkhawatirkan kondisinya,” tegas Kabid Pelayanan Medis RSUD Simeulue itu.
Sebelumnya, pasien kanker itu pernah dirawat dan dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, 28 Agustus 2019 lalu, dan disimpulkan untuk diamputasi. Namun pihak keluarga pasien tidak bersedia dan memilih untuk pulang ke Simeulue, sehingga kondisi Nerdi Rahman semakin memburuk dan kembali dilarikan ke RSUD Simeulue.
Basmin (40), orang tua Nerdi Rahman, menyebutkan anak pertamanya itu, awalnya jatuh sepulang sekolah sekitar November 2018 lalu. Empat bulan kemudian mulai merasakan sakit dan ada benjolan serta pembengkakan pada bagian paha kanan. Nerdi sudah lebih tiga kali dirawat di RSUD Simeulue serta satu kali dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.
Dia mengatakan, untuk kembali dirujuk anaknya ke RSUZA Banda Aceh, pihak keluarga besarnya masih bermusyawarah dan belum ada kesimpulan. “Keluarga besar kita musyawarah dululah, untuk merujuk anak saya ke rumah sakit Banda Aceh, sebab anak saya pernah dirujuk dan dirawat di rumah sakit Banda Aceh, anak saya mau diamputasi, kami tidak mau dan kami pulang ke Simeulue,” kata Basmin, Jumat, 1 November 2019.
Dia mengaku, saat dirawat di RSUZA Banda Aceh, hanya ditangani oleh perawat biasa dan bukan dokter ahli, serta bila nantinya harus dirujuk, lebih memilih dan meminta untuk dirujuk ke Rumah Sakit Meuraxa Banda Aceh. “Kalaupun terpaksa dirujuk, kita minta rumah sakit Meuraxa saja,” imbuh Basmin.
Menanggapi kondisi Nerdi Rahman yang semakin kritis itu, kalangan anggota media sosial Grup WA Kabar Simeulue, melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu meringankan biaya pendampingan rujukan di luar daerah. “Kita dari grup WA Kabar Simeulue, sedang melakukan penggalangan donasi kemanusiaan, untuk biaya pendampingan Nerdi Rahman yang akan dirujuk ke luar daerah,” kata Herman Hidayat, Ketua Penggalangan Selamatkan dan Bantu Nerdi Rahman, Jumat, 1 November 2019.[]
Penulis: Egar Shabara




