LHOKSEUMAWE – Rahmat Rasadan,17 tahun, warga Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe bersama beberapa temannya, babak belur setelah dikeroyok sekelompok pria pada Minggu, 18 September 2016. Akibatnya, korban mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri, tangan sebelah kanan dan kiri serta di bagian lutut sebelah kiri.

Rahmat Rasadan mengatakan, Minggu kemarin, dirinya diajak temannya bermain ke Pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. Setiba di Meunasah Hagu Barat Laut, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, tiba-tiba datang sekelompok pria dengan mengendarai sekitar 10 sepeda motor dan langsung mengeroyok dia dan temannya.

“Di antara mereka ada salah seorang remaja yang saya kenal yakni anak Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Akan tetapi dia tidak ikut melakukan pengeroyokan, intinya cuma dia yang saya kenal pada saat itu,” kata Rahmat Rasadan kepada portalsatu.com, saat ditemui di rumahnya, Senin, 19 September 2016 siang.

Rahmat menambahkan, saat kejadian pengeroyok tersebut, pelaku tidak berbicara apapun kepadanya. Mereka langsung menyerang Rahmat dan temannya yang sedang berjalan kaki.

“Ketika itu mereka mencekik leher saya, lalu dicampak ke jalan hingga saya terjatuh dan mengalami luka di bagian kepala sebelah kiri, tangan sebelah kanan dan kiri serta di bagian lutut sebelah kiri. Kemudian saat itu saya berupaya untuk bangun dan sempat saya tonjok salah seorang di antara mereka, setelah itu langsung saya melarikan diri,” katanya.

Rahmat juga menjelaskan, sebagian temannya ada juga yang dilempar ke parit (got) oleh kelompok pria itu.

“Atas kejadian ini saya sudah lapor ke Polsek Banda Sakti. Saat itu, pihak kepolisian memberikan surat pengantar untuk melakukan visum. Saya pun menerima surat pengatar itu dan melakukan visum di Rumah Sakit Kesrem, Lhokseumawe,” tambah Rahmat.

Kapolsek Banda Sakti, AKP Ramli saat dikonfirmasi portalsatu.com siang membenarkan kejadian itu.

“Setelah ke polsek, kita berikan surat untuk melakukan visum. Persoalan ini menyangkut dua kecamatan. Diduga pelakunya warga Muara Dua dan korban warga Banda Sakti. Usai mendapat hasil visum nanti, kita akan panggil para pihak beserta perangkat desa maupun kecamatan untuk menyelesaikan kasus ini, sebab menyangkut anak di bawah umur,” kata Ramli.[](ihn)