Rembulan di Paloh Dayah

Dua puluh tahun lalu, 
rembulan di langit Paloh Dayah begini juga 
Ia kesepian dan dingin di angkasa
menebarkan cahaya sebentar
sebelum menghilang dalam pagi

Para penyair dan orang orang yang kasmaran menisbahkan rembulan itu sebagai lambang kecantikan karena cahayanya, ia terlihat dalam malam, menguningkan jagad raya. 

Jika cahaya menjadi lambang kecantikan, maka sesungguhnya mataharilah lambang kecantikan yang sejati.

Rembulan hanya memberikan cahaya sedikit dalam malam, tetapi matahari menghapuskan malam dengan cahayanya.

Apabila cahaya dipuja-puja karena memberikan kecantikan, maka sesungguhnya pencipta cahayalah yang terpuji.

Dialah pemilik kecantikan. 

Terpujilah Tuhan pencipta bulan dan matahari, Tuhan seru sekalian alam.

Thayeb Loh Angen

Lhokseumawe, 15 Juli 2019.[]