LHOKSEUMAWE – Menteri Agama RI, Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi melakukan peresmian Gedung Serbaguna, Asrama Ma'had Al-Jami'ah dan Gedung Pusat Administrasi serta mengisi orasi ilmiah, di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Jumat, 11 Desember 2020.
Rombongan Menag RI itu disambut Rektor IAIN Lhokseumawe, Dr. H. Hafifuddin, dan sejumlah pejabat IAIN lainnya. Turut hadir para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Guru Besar dan seluruh sivitas akademika IAIN. Selain itu, sejumlah pejabat pemerintah daerah dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, para mahasiswa serta unsur lainnya.
Fachrul Razi menyampaikan, ia merasa bahagia dan perasaan haru yang mendalam atas selesainya tiga bangunan gedung di kampus IAIN Lhokseumawe, yaitu Gedung Serbaguna, Ma'had Al-Jami'ah dan Pusat Administrasi. Hal ini menjadi penanda bahwa kampus ini sedang bergerak maju, apalagi dibangunnya asrama Ma'had Al-Jami'ah sebagai pusat pendalaman ilmu-ilmu agama. Saat bersamaan dilengkapi dengan pusat biro adminsitrasi dan gedung serbaguna sebagai pusat kegiatan seluruh sivitas akademika.
“Kita berharap agar jutaan kaum muda mendapatkan layanan pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas, terjangkau secara ekonomi, mudah diakses dan kondusif sebagai layanan pendidikan terbaik,” kata Fachrul Razi.
Menurut Fachrul Razi, para ahli meramalkan bahwa Indonesia akan mendapatkan berkah dari 'bonus demografi' pada tahun 2045. Angka usia produktif 15-64 tahun akan lebih besar daripada usia yang tidak produktif (usia 0-15 tahun dan usia 64 ke atas). Berkah ini akan mengantarkan pada Indonesia emas 2045, jika para pihak mampu mengelola sumber daya manusia (SDM) dengan baik. Namun sebaliknya, jika tidak mampu mengelolanya dengan baik, justru akan mendatangkan musibah dan menjadi beban negara karena tidak produktif.
Sementara bidang ekonomi, Fachrul Razi menjelaskan, berdasarkan survei the mc kinsey global institute, bahwa Indonesia diprediksi pada tahun 2035 akan menempati peringkat ke-7 ekonomi dunia setelah China, Amerika Serikat, India, Jepang, Brazil, dan Rusia. Perekonomian Indonesia akan ditopang empat sektor utama, yaitu bidang jasa, pertanian, perikanan, serta energi. Maka lahirnya kalangan muda yang produktif, profesional memiliki skill dan knowledge yang mumpuni serta critical system thinking yang bagus sangat diperlukan. Apalagi kelompok milenial Indonesia yang dikenal sangat akrab dengan media sosial dan juga kreatif.
“Dalam konteks ini, IAIN Lhokseumawe diharapkan dapat menjadi sarana efektif untuk menyambut optimisme kita semua. Juga menyambut Indonesia emas tahun 2045 dan menyambut masa depan Indonesia, melalui penyediaan kualitas layanan pendidikan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan generasi anak zaman,” ujar Fachrul Razi.
Ia menambahkan, ikhtiar mewujudkan lembaga pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas menjadi keniscayaan. Terlebih di tengah kebutuhan untuk mengintegrasikan ilmu-ilmu sains, teknologi dan humaniora dengan ilmu-ilmu keislaman. Pada saat yang sama, mengintegrasikan antara nilai-nilai keagamaan (religiusitas) dengan nilai kebangsaan. Di sinilah pentingnya keberadaan Ma'had Al-Jami'ah sebagai pendidikan berasrama (boarding) yang membekali pemahaman dan nilai-nilai keagamaan kepada para mahasiswa selama 24 jam per hari. Bagi mahasiswa yang mengambil prodi-prodi umum, maka Ma'had Al-Jami'ah akan membekali mereka dengan pengenalan dan semangat keagamaan yang baik. Sementara bagi yang mengambil prodi-prodi islamic studies maka Ma'had itu akan menggodok mereka menjadi tafaqquh fiddin.
“Melalui ma'had juga akan menjadi tempat persemaian terbaik nilai-nilai dan praktik moderasi beragama. Pemahaman Islam yang terbuka, damai dan toleran akan menjadi asupan penting bagi mahasiswa. Saya ingin mengajak kepada para pimpinan IAIN Lhokseumawe dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada umumnya, agar mampu meng-upgrade institusinya sebagai pusat kajian Islam moderat yang memperhatikan khazanah dan keragaman bangsa,” ujar Fachrul Razi.
“Saya bersyukur, bahwa sivitas akademika PTKIN relatif mampu menjadi benteng, bahkan sering tampil di depan untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat luas. Bahkan sebagian besar PTKIN telah memiliki rumah moderasi beragama sebagai desiminator paham keagamaan yang moderat di masyarakat.
Keberadaan rumah moderasi sangat strategis di tengah kehadiran paham intoleransi dan radikalisme. Rumah moderasi akan memperkuat IAIN dalam membangun dialog lintas iman dan dialog agama dalam membangun harmoni untuk anak negeri di tengah multikulturalisme. The founding father bangsa ini, termasuk tokoh-tokoh Aceh telah meletakkan dasar-dasar kehidupan berbangsa dengan semangat kebersamaan di tengah pluralitas,” ujarnya.
Oleh karena itu, Fachrul Razi, dengan selesainya pembangunan gedung tersebut, berarti akan muncul semangat baru dan harapan baru. Sivitas akademika IAIN Lhokseumawe mempunyai tugas penting untuk mengisi dan memaknai gedung baru, dengan sekian banyak aktivitas, serta pelayanan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ruh perjuangan para pendahulu akan menjadi warisan intelektual, tata nilai dan semangat untuk mewujudkan kampus yang unggul di tengah persaingan global.
“Saya ingin berpesan agar gedung terpadu yang telah dibangun dengan penuh perjuangan itu harus dioptimalkan pemanfaatannya. Perkuliahan-perkuliahan harus lebih bermakna, untuk menggali dan menebarkan ilmu pengetahuan keagamaan Islam serta aktifitas riset yang memadai,” tegas Fachrul Razi.[](rilis)





