BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues harus segera mengambil tindakan untuk menangani sampah yang kerap dibuang sembarangan ke sungai dan pinggir jalan. Jika tidak, sungai dan lingkungan bakal tercemar di Gayo Lues.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gayo Lues, Kasimuddin melalui Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH, Hamdan, S.E., M.A.P., Selasa, 22 April 2025, mengatakan saat ini hanya sebagian kecil sampah rumah tangga yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisanya ada yang dibakar dan ada juga yang dibuang sembarangan oleh warga.
“Saat ini desa yang sudah berlangganan pengangkutan sampah baru 22 desa dari tujuh kecamatan. Sedangkan selebihnya tidak mau berlangganan pengangkutan sampah dengan alasan desanya tidak ada anggaran,” kata Hamdan di ruang kerjanya.
Padahal, kata Hamdan, desa yang sudah berlangganan pengangkutan sampah dengan DLH meminta iuran dari Masyarakat. Tarifnya Rp5 ribu untuk sampah rumah tangga perbulan, Rp10 ribu untuk kios, Rp15 ribu toko sedang, Rp100 ribu perkantoran, dan Rp200 ribu perbulan untuk pabrik atau penempatan kontainer.
“Dari iuran tersebut, target PAD sampah dan mobil tinja tahun 2025 ini Rp150 juta. Namun jika semua desa sepakat bekerja sama pengangkutan sampahnya dengan DLH, kami yakin bisa berlipat-lipat dari target yang sekarang ini,” ujarnya.
Berdasarkan penegasan Bupati Gayo Lues yang akan melakukan terobosan peningkatan PAD, Bidang Persampahan DLH akan menyurati semua desa agar jangan membuang sampah sembarangan, dan mengajak kepala desa bekerja sama agar sampah di angkut ke TPA oleh DLH.
“Kalau semua pihak sepakat sampah diangkut oleh DLH ke TPA, kami yakin lingkungan Gayo Lues terjaga, dan PAD dari retribusi sampah akan meningkat,” katanya.
Saat ini, kata Hamdan, pihaknya hanya mengoperasikan tujuh dari sembilan mobil pengangkut sampah. Hal itu disebabkan adanya efesiensi anggaran yang berakibat pengurangan tenaga kerja dan bahan bakar minyak.[]



