LHOKSEUMAWE – Ribuan warga salat Gerhana Matahari secara berjemaah di Lapangan KP3 Lhokseumawe, Rabu, 9 Maret 2016, pagi. Salat sunah kusuf juga digelar di sejumlah masjid dan meunasah di kota ini.

Pantauan portalsatu.com, sejak pukul 06.30 WIB, warga laki-laki dan perempuan dewasa yang membawa anaknya sudah berdatangan ke Lapangan KP3 Lhokseumawe. Di sana sudah ada tenda untuk tempat salat Gerhana Matahari.

Para jemaah kemudian menggelar selawat sambil menunggu terjadinya Gerhana Matahari. Sebagian warga berjejer di atas tanggul pengaman pantai KP3.

Sekitar pukul 07.07 WIB, muncul pengumuman, “Gerhana mulai terjadi. Setelah gerhana, kita akan melaksanakan salat”.

Tampak piringan matahari seperti sabit atau gerhana matahari terjadi sebagian. Gerhana terlihat sekitar 8 menit, kemudian matahari tertutup awan. Seusai menyaksikan gerhana matahari beberapa menit, sebagian warga melaksanakan salat yang diimami Teungku Fauzan, S.Ag., M.A. Usai salat dilanjutkan dengan ceramah yang disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Lhokseumawe Teungku H. Asnawi Abdullah, M.A.

Namun sebagian warga tidak ikut salat, mereka memilih bertahan di tepi pantai dan memandang ke langit untuk menyaksikan Gerhana Matahari. Beberapa menit kemudian kembali terlihat piringan matahari seperti sabit setelah awan bergerak perlahan. Salat Gerhana Matahari atau salat sunnah kusuf secara berjemaah di Lapangan KP3 dimulai pukul 07.25 WIB.

Sementara itu, warga juga melaksanakan salat Gerhana Matahari di Masjid Islamic Centre, Masjid Baiturrahman dan masjid-masjid lainnya di Kota Lhokseumawe. Ada pula warga salat sunah Gerhana Matahari di meunasah/musala gampong, seperti di Dusun Ujong Tunong, Gampong Paya Punteuet, Kecamatan Muara Dua.[](ihn)