BerandaNewsRKBA Sosialisasi Pakaian Adat Aceh di Titik Nol

RKBA Sosialisasi Pakaian Adat Aceh di Titik Nol

Populer

BANDA ACEH – Rumoh Koalisi Budaya Aceh (RKBA) kembali mensosialisasi pakaian Aceh serta ziarah ke beberapa situs cagar budaya di Gampong Pande, Banda Aceh, Selasa 30, Oktober 2018.

Salah satu tempat kunjungi di sana adalah makam Tuan Di Kandang. Terlihat, perhatian pemerintah terhadap situs cagar budaya itu seadanya.

Koordinator RKBA Aris Faisal Djamin S.H, mengatakan, alasan mengapa RKBA kali ini mengambil tempat di Gampong Pande, mengingat Gampong Pande adalah cikal-bakal Kota Banda Aceh, dan juga awal mula Kesultanan Aceh Darussalam sebelum dipindahkan ke Darud Donya.

“Ini menyangkut dengan peradaban Aceh. Kita harap dengan adanya sosialisasi baju Aceh yang berpindah-pindah lokasi, maka makin banyak pula pengetahuan sejarah yang kita ketahui, dan sosialisasi ini tidak berfokus ke Baju Adat saja akan Tetapi juga terhadap sejarah ke-Acehannya,” kata Aris.

Penulis dan aktivis kebudayaan Sabang, sekaligus penasehat di lembaga Peubeudoh Sejarah Adat dan Budaya Aceh (Peusaba), T. Zulkifli, SE, M. Sc, mengharapkan kepada pemerintah Aceh melalui instansi dan lembaga terkait lainnya, memperhatikan, memplotkan anggaran di APBA untuk pembiayaan pemeliharaan.

“Kalau kita bicara masaalah cagar budaya, itu menyangkut situs sejarah. Sementara dengan masaalah pakaian adat, itu menyangkut dengan masaalah pakaian adat Aceh, dan itu harus dikembangkan,” kata Zulkifli.

Ia mencontohkan, seperti di negeri lain yang tidak punya undang-undang otonomi, atau undang-undang keistimewaan seperti di Bali, tapi mereka bisa membuat peraturan tentang pemakaian baju daerah menjadi istimewa. Demikian juga Jogja, apalagi di Aceh.

“Sudah saatnya kini pemerintah Aceh sedikit bicara dan banyak bekerja. Mate aneuk meupat jrat gadoh adat pat tamita, adat dan budaya ini menjadi tugas  bersama kita, jangan sampai Bangsa Aceh ini pudar ditelan masa, oleh sebab hilangnya identitasnya,” katanya.

Kemudian Zulkifli juga sempat menyebutkan tentang cara etika pemerintah bekerja, selama ini ia melihat tim Peusaba bersama lainnya pernah menghadang pemerintah yang ingin merusak situs cagar budaya dalam kasus IPAL, pemerintah telah menzalimi makam-makam para ulama.

“Bek lage tok-tok beurago ngen itek, yang meudong ureung teuga, yang cok laba ureung lisek. Oh bantroh angen teuga teungku tupe cok ulee sak lam pucok u. Angen badee jipeugah bak tupe, ke' yang gok-gok pucok u. Jangan begitu, kita saling menghargai. Orang yang kira-kira mau bekerja kita support untuk melakukan ini,” katanya.

Menurutnya, dengan itu pemerintah Aceh harus bersyukur ada tim atau lembaga-lembaga yang peduli sejarah dan budaya Aceh, mereka bekerja dengan menggunakan uang sendiri, dan keke dep pun akan terus memantau menjaga situs-situs, dengan itu pemerintah bisa bekerja sama dalam hal perawatan cagar budaya dengan lembaga-lembaga ini, pemerintah harus meletakkan sesuatu itu pada tempatnya. 

“Bila kita jujur dalam bekerja Insyaallah Aceh akan jaya ke depan,” katanya.

Ketua Peusaba, Mawardi Usman, saat berlangsung sosialisasi itu di Gampong Pande juga merasa bahwa pemerintah Aceh, hingga saat ini masih belum benar-benar serius dalam merawat situs-situs cagar budaya, dan itu akan menjadi pertanyaan nantinya dari para turis-turis saat datang ke Aceh, dan mereka akan mempertanyakan kepada lembaga-lembaga pemandu tentang perawatan situs cagar budaya yang masih kurang maksimal.

Mawardi juga mempertanyakan, mengapa Wali Kota Banda Aceh tidak mempromosikan Titik Nol Banda Aceh saat kunjungannya di Solo. Ia mengharapkan pemerintah jeli melihat pangsa pasar wisata Banda Aceh, apalagi pembuatan IPAL di makam ulama diprotes pihak Internasional baik yang muslim maupun non muslim. 

“Harusnya Wali Kota Banda Aceh tidak hanya mempromosikan Mesjid Baiturrahman dan PLTD Apung dan Kuliner di Banda Aceh, tetapi  juga harus mempromosikan Titik Nol Kota Banda Aceh yang memiliki sejarah amat panjang 800 tahun lebih yang didirikan Sultan Johan Syah 1205 di Gampong Pande Banda Aceh,” kata Mawardi.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya