Selasa, Juni 25, 2024

Yayasan HAkA Minta APH...

BANDA ACEH - Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh...

HUT Ke-50, Pemkab Agara-Bulog...

KUTACANE - Momentum HUT Ke-50, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara bekerja sama dengan...

Pemilik Gading Gajah Super...

BLANGKEJEREN - Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading...

YARA Minta Polisi Transparan...

ACEH UTARA - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) mendesak kepolisian serius menangani kasus...
BerandaNews'Romeo dan Juliet',...

‘Romeo dan Juliet’, Sebuah Romansa Cinta di Tengah Rivalitas The Jak dan Bobotoh yang Panas

Bukan rahasia lagi jika Persib Bandung dan Persija Jakarta merupakan rival abadi dalam dunia sepak bola Indonesia. Saat keduanya bertemu di lapangan, suasananya selalu panas. Tak hanya di atas lapangan, tapi juga di tribun penonton.

Namun, kenyataan pahit harus dialami dari kedua kubu, ketika beberapa nyawa melayang akibat panasnya rivalitas kedua tim.

Bahkan, kembali satu orang menjadi korban. Ia adalah Haringga Sarilla, seorang The Jak atau suporter Persija yang harus meregang nyawanya dalam pertandingan Persib Vs Persija, 23 September 2018.

Beragam upaya sudah dilakukan untuk meredam rivalitas kedua klub besar tanah air ini. 

Salah satunya adalah dengan film berjudul Romeo & Juliet besutan Andibachtiar Yusuf. Film dibuat pada 2009 itu berlatar fanatisme suporter kedua kesebelasan. 

Film tersebut mengisahkan Rangga, seorang pemuda yang juga anggota The Jak. Suatu hari, setelah pertandingan Persija vs Persib di Stadion Lebak Bulus, anggota The Jak, termasuk Rangga, berniat menyerang bus yang membawa rombongan bobotoh, yang dipimpin Parman, salah satu panglima Viking.

Saat memasuki tol penyerangan dimulai dan beberapa anggota Bobotoh yang menjadi korban penyerangan mengalami luka-luka.

Dalam aksi tersebut, Rangga melihat sesosok gadis berkostum Viking bernama Desy. Saat itulah getaran-getaran cinta mulai tumbuh dalam diri Rangga, ia pun mulai penasaran dengan sosok wanita berkostum Viking tersebut.

Hingga suatu ketika, Rangga nekat pergi ke Bandung untuk mencari wanita bernama Desy tersebut, bak gayung bersambut rupanya Desy juga merasakan hal yang sama.

Setelah melakukan pencarian, akhirnya keduanya dipertemukan dan saling mengungkapkan perasannya hingga menjalin kasih.

Namun, perjalanan cinta keduanya juga tak mudah mengingat tingginya tembok penghalang dari keduanya, akibatnya mereka harus pacaran dengan cara sembunyi-sembunyi.

Tak berjalan lama cinta keduanya tercium oleh anggota Bobotoh yang mengetahui bahwa Rangga adalah seorang The Jak.

Mengetahui hal itu, ia melaporkan kepada Parman panglima Viking dan ternyata kakak kandung Desy.

Saat itulah Parman memaksa Desy untuk memutuskan Rangga. Alih-alih memutuskannya Desy dan Rangga justru melarikan diri ke daerah netral yang jauh dari jangkauan The Jak dan Bobotoh.

Namun, baik The Jak maupun Viking tidak tinggal diam, mereka mencari keberadaan keduanya.

Film tersebut seolah menunjukkan sebuah sisi kemanusian di tengah fanatisme suporter Indonesia.

Terkadang perasaan manusia bisa mengalahkan idealisme yang mengacu pada perbedaan.

Mungkin film ini bisa menjadi salah satu pengingat, dan pelajaran soal meruntuhkan ego baik The Jak maupun Bobotoh untuk bisa saling merangkul dan berdamai.

Penulis: Afif Khoirul M.[] Sumber: intisari.grid.id

Baca juga: