Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaRudapaksa Nenek 74...

Rudapaksa Nenek 74 Tahun, Pria Beristri Ini Terancam 12 Tahun Penjara

LHOKSUKON – B (35 tahun), warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, yang diduga rudapaksa H (74 tahun), warga Kecamatan Baktiya, terancam hukuman 12 tahun pidana penjara. 

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah dalam konferensi pers di halaman Mapolres setempat, Kamis, 1 Agustus 2019. 

“Tersangka kita jerat Pasal 285 KUHPidana, yaitu barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia, dihukum karena memerkosa dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” kata Rezki.

Rezki menjelaskan, hasil pemeriksaan tersangka dan korban, diketahui pada 24 Juli 2019, sekitar pukul 11.00 WIB, B dan istrinya, F, mendatangi rumah H dengan maksud mencari ayam jantan putih. Saat itu, H mempersilakan pasutri tersebut minum air kelapa muda. H kemudian masuk ke rumah dengan tujuan membuat teh.

“Lalu, korban mempersilakan keduanya masuk rumah untuk minum teh. Saat itu korban mengeluh sakit di bagian pinggang dan lutut. F menyuruh suaminya, B, untuk mengobati korban. F juga membujuk korban agar mau diobati oleh B,” ujar Rezki.

Rezki melanjutkan, B dan H lalu masuk kamar, sedangkan F tiduran di ruang tamu. Di dalam kamar, kata Rezki, B mengatakan kepada H, kalau nenek mau sembuh harus berhubungan intim dengannya. Sehingga B rudapaksa nenek itu.

“Tersangka B juga mengoleskan sisa spermanya ke tubuh korban lalu berkata, 'nek, jangan mandi dulu, nanti obatnya hilang',” kata Rezki.

Keesokan harinya, kata Rezki, korban menceritakan kejadian itu kepada anaknya. B lantas ditangkap warga setempat saat kembali melewati gampong tempat tinggal korban pada 28 Juli 2019, sekitar pukul 11.00 WIB. 

Rezki menyebutkan, F, istri tersangka B masih memiliki hubungan famili dengan korban. Pada tahun 2017 lalu, F pernah pergi sendiri ke rumah nenek tersebut.[]

Baca juga: