BANDA ACEH – Sebuah rumah Aceh bersejarah di pusat kota Kecamatan Samalanga, tepatnya di Gampong Keude Aceh, Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, terbengkalai tidak ada perawatan dan mulai rusak.
Menyikapi hal tersebut, seorang tohoh bidang seni musik di Aceh, Syekh Ghazali LKB, turut mengungkapkan keprihatinannya.
“Apakah in yang dahulunya disebut Rumoh Mirah? Kalau ya, sungguh sangat miris sekali, sebab Rumoh Mirah dulu sangat berjaya, sering ada acara acara tahunan yang mengundang masyarakat sekitar dan tokoh tokoh gampong berkumpul bersama dalam rangkaian Khanduri massal rutin setiap ada hari hari besar Islam, dan lainnya,” kata Syekh Ghazali LKB, kepada portalsatu.com, Sabtu 27 Mei 2017.
Syekh Ghazali mengataka, langkah yang akan segera diambil oleh Mirza Putra itu sangat positif.
“Semoga segera mendapat perhatian dan solusi yang baik. Salam warga Samalanga dirantau,” kata Syekh Ghazali yang merupakan direktur Kasga Record, yang menerbitkan lagu-lagu Rafli dan Liza Aulia.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang penduduk Samalanga, Mirza Putra, kepada portalsatu.com, mengatakan, Rumah Aceh tersebut berada dalam keadaan memprihatinkan.
“Pasca tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 lalu, rumah Aceh situs kebanggaan masyarakat Samalanga tersebut telah rusak parah akibat tidak terurus. Bahkan sampai saat ini belum ada upaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Mirza, di Samalanga, Rabu 24 Mei 2017.
Mirza mengaku, tentang rumah tersebut pihaknya ingin membuat pertemuan pada bulan Juli 2017 ini.
“Kita akan undang tokoh nantinya untuk membahas tentang rumah itu,” kata Mirza.[]

