BANDA ACEH – Sebuah rumah Aceh bersejarah di pusat kota Kecamatan Samalanga, tepatnya di Gampong Keude Aceh, Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, terbengkalai tidak ada perawatan dan mulai rusak.
Menyikapi hal tersebut, aktivis adat, Zulfadli Kawom, mengatakan, sebaiknya Pemerintah Aceh mensubsidi langsung kepada masyarakat yang masih mempertahankan rumah adat Aceh untuk perawatan. Hal itu, kata dia, lebih baik daripada saat hilang pemerintah sibuk membangunnya lagi.
“Program ini bisa dimasukkan lewat RPJMP, lewat arah kebijakan dan program kerja melalui SKPA terkait. Begitu juga arsitektur Aceh dan ragam hias warisan benda dan non-benda, perlu program kajian dan pendokumentasian,” ujar Zulfadli, 24 Mei 2017.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang penduduk Samalanga, Mirza Putra, kepada portalsatu.com, mengatakan, Rumah Aceh tersebut berada dalam keadaan memprihatinkan.
“Pasca tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 lalu, rumah Aceh situs kebanggaan masyarakat Samalanga tersebut telah rusak parah akibat tidak terurus. Bahkan sampai saat ini belum ada upaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Mirza, di Samalanga, Rabu 24 Mei 2017.
Mirza mengaku, tentang rumah tersebut pihaknya ingin membuat pertemuan pada bulan Juli 2017 ini.
“Kita akan undang tokoh nantinya untuk membahas tentang rumah itu,” kata Mirza.[]

