BANDA ACEH – Dua artis ibu kota bakal dihadirkan dalam peluncuran Rumah Harapan Indonesia Cabang Aceh yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2016 ini. Namun, pengelola Rumah Harapan Indonesia Cabang Aceh belum mau membocorkan siapa kedua artis tersebut.
“Yang pasti mereka ini satu cewek dan satu cowok, tapi kami belum bisa menyebutkan nama mereka. Yang jelas kedua artis ini sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia,” kata Koordinator Rumah Harapan Indonesia Cabang Aceh, Nunu Husien, kepada portalsatu.com, Senin, 26 September 2016.
Rumah Harapan ini kata Nunu, nantinya akan menjadi semacam rumah singgah yang menampung pasien-pasien anak yang baru keluar dari rumah sakit, khususnya di Banda Aceh, dan mereka masih harus melakukan rawat jalan.
Dengan adanya rumah sehat ini pasien tidak perlu pulang ke daerah asalnya, sehingga bisa menghemat pengeluaran. Namun, Nunu menegaskan, pasien yang diterima adalah pasien yang khusus dirawat oleh dokter anak.
Rumah Harapan yang berada di Ulee Kareng Banda Aceh ini memiliki delapan kamar inap yang dicat dengan tema-tema berbeda dengan warna-warna atraktif dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Rumah Harapan ini khusus menampung pasien anak BPJS kelas tiga tetapi yang non infeksi,” ujar founder Darah untuk Aceh ini.
Selain Nunu Husien, Rumah Harapan ini juga melibatkan Edi Fadhil sebagai pengelola di bagian Rumah Tangga. Edi Fadhil sendiri merupakan salah satu aktivis sosial yang gebrakannya lewat Gerakan Mari Berbagi cukup dirasakan oleh masyarakat Aceh.
“Kita memang berkolaborasi, saya dengan Darah untuk Aceh dan Edi Fadhil dengan GMB tidak jalan sendiri-sendiri, karena dengan berkolaborasi kita bisa tumbuh bersama.”
Rumah Harapan ini kata Nunu ada di lima kota di Indonesia yaitu Aceh, Jakarta, Bandung, Bali dan Makassar. Mereka juga memiliki donatur dari kalangan artis seperti Ryan D'masive dan penyanyi solo Andien.
“Saat ini kita sedang terus berkoordinasi dengan pihak dari Jakarta untuk kepastian tanggal launchingnya,” ujar Nunu.
Aceh sebagai daerah kelima yang memiliki Rumah Harapan kata Nunu mendapat apresiasi tersendiri dari Rumah Harapan pusat di Jakarta. Aceh dinilai memiliki relawan yang cukup aktif dan partisipasi masyarakatnya cukup baik. Bahkan sejumlah perlengkapan seperti tempat tidur pasien juga berasal dari donasi masyarakat.[]




