SIGLI – Rumah konstruksi kayu milik Rasyidin Daud (43) di Gampong Barat, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, rata dengan tanah akibat terbakar, Senin, 26 Juni 2016 sekira pukul 06.00 wib. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian diperkirakan Rp 15 juta.

Rasyidin kepada portalsatu.com mengatakan, saat kejadian dirinya sudah berangkat kerja sebagai buruh alat berat di Keumala, Pidie. Ia kemudian menerima kabar bahwa rumahnya telah rata dengan tanah. Sumber api kebakaran itu belum diketahui secara pasti. “Apakah saya ada mematikan kompor saat saya masak air, saya kurang ingat juga. Saya berangkat pukul 05.30 berkerja. Di rumah hanya istri dan dua anak saya. Alhamdulillah, mereka selamat,” terang Rasyidin didampingi istrinya, Syawari (30).

Menurut Syawari, saat kejadian dia sedang tidur bersama dua anaknya dalam kamar. Seketika dia melihat api menjalar di bawah tempat tidur. Begitu dia lihat di dinding, api pun kian membesar. “Saya langsung mengendong anak saya berumur tiga bulan dan kakaknya berumur sembilan tahun ke luar rumah,” jelas Syawari.

Korban mengaku tidak satu pun barang bisa diselamatkan, kecuali pakaian di tubuhnya. Sedangkan seluruh pakaian yang disimpan, uang Rp 2,5 juta ikut terbakar. “Baju lebaran anak baru saya beli, sepeda dan uang yang saya simpan sedikit-sedikit juga hangus,” imbuh Syawari didampingi suaminya.

Geuchik Gampong Barat, M.Yusuf, S.Ag., di lokasi kejadian mengatakan, api menghanguskan rumah warganya itu dengan cepat. Ketika armada pemadam kebakaran tiba, bangunan sudah rata dengan tanah.

Camat Pidie M. Jafaruddin, Kapolsek Pidie Iptu Chairil Ansar dan Danramil Pidie, sekira pukul 11.00 wib, tiba di lokasi kejadian. Mereka ikut membawa bantuan masa panik dari Dinas Sosial Kabupaten Pidie. Bantuan masa panik berupa kebutuhan dapur dan pakaian diserahkan langsung camat kepada korban.[]