BANDA ACEH – Perwakilan Kedutaan Besar Rusia berkunjung ke Kantor Kadin Aceh, 10 Desember 2019. Kunjungan tersebut tindak lanjut atas partisipasi Kedutaan Rusia pada Aceh Business Summit, April 2019, yang diselenggarakan Kadin Aceh.

Perwakilan Rusia dipimpin Andrey Mogilevtsev, Counsellor, dan Maria Mitsura, Senior expert pada perwakilan perdagangan Federasi Rusia di Indonesia. Sedangkan pihak Kadin Aceh hadir Suraiya IT, wakil ketua bagian hubungan luar negeri, Eva Susanti ketua komite UMKM, dan Juanda Djamal, direktur eksekutif Kadin Aceh.

Dalam pertemuan satu jam tersebut, Andrey yang memulai pembicaraan menyampaikan maksud mereka untuk menjajaki peluang investasi di Aceh. “Selama ini banyak pihak melakukan investasi di Pulau Jawa, jadi kami ingin melakukannya di luar Pulau Jawa, apalagi Aceh itu lebih dekat ke Rusia jika menggunakan pengapalan. Terus terang kami ingin tahu lebih banyak tentang Aceh,” ujar Andrey, dikutip dalam siaran pers dikirim pihak Kadin Aceh, 11 Desember 2019.

Sedangkan Maria, karena perdagangan adalah perannya, maka ada banyak hal yang disampaikan terutama produk-produk Rusia yang dipasarkan di Indonesia, seperti peralatan media, mesin-mesin industri, pupuk dan sebagainya. Dia juga menyampaikan program kebudayaan, menyediakan sekitar 150 beasiswa untuk pelajar Indonesia belajar di universitas-universitas di Rusia.

Suraiya IT mewakili ketua umum Kadin Aceh, Muzakkir Manaf, menyampaikan penghargaan atas kunjungan pihak Kedutaan Rusia ke Kantor Kadin Aceh. Ada banyak informasi disampaikan, antara lain eksplorasi minyak dan gas, energy geothermal dan hydro power plant, dan sektor pertanian seperti minyak atsiri, rempah-rempah, hingga refinery CPO.

“Namun demikian, kami tetap ingin memberdayakan usaha kecil menengah karena UKM menjadi jalan terhadap bangkitnya ekonomi rakyat,” kata Suraiya.

“Kita sedang kuatkan fondasi perdagangan, bisnis, investasi dan industri, supaya lapangan kerja dan pendapatan masyarakat meningkat sehingga generasi selanjutnya dapat memajukan dan memakmurkan Aceh,” sambung Juanda Djamal.

Juanda menegaskan, “Kami perlu dukungan untuk membangun master plan kota baru di Aceh. Kami ingin menjadikan kota Jantho sebagai new-town Aceh masa depan. Kalau ada ahli perancang kota baru, mari terlibat dengan kami”.[](rilis)