Oleh Taufik Sentana
Praktisi Pendidikan Islam

Setelah adanya intruksi pemerintah setempat tentang meliburkan sekolah sebagai bentuk antisipasi penyebaran wabah Corona, maka akan berimbas pada bagaimana memanfaatkan waktu bagi para siswa, terutama pada jam jam produktif mereka.

Secara taktis memang tidak disebut LIBUR sebagaimana biasa. Dinas terkait mensyaratkan adanya TUGAS BELAJAR yang dapat dikerjakan siswa secara berkala dan terstruktur serta dievaluasi. Setidaknya ada KISI KISI pembelajaran, form penugasan yang bervariasi sesuai orientasi sekolah.

Menurut hemat penulis, sekolah dengan orientasi yang tinggi dan budaya.belajar yang baik, tentu tak ingin para siswanya 'terbengkalai” di rumah tanpa aktivitas dan pengawasan. Karena waktu 14 hari bukan waktu yang singkat untuk dihabiskan begitu saja.

Pada tahapan ini, sekolah mungkin telah memasilitasi grup grup belajar siswa berbasis online atau WA dan media lainnya. Mereka telah mengawali sinergi dengan pihak wali siswa, dan selebihnya akan mengelola pembelajaran non tatap muka langsung, penugasan dan mengevaluasi capaian minimal siswa, setidaknya. Sebagian sekolah, tetap menggunakan pola jadwal biasa, atau membuat jadwal baru yang disesuaikan dengan memanfaatkan ragam variasi media, yang bisa jadi akan dievaluasi secara umum saat tatap muka di kelas nantinya.

Maka untuk mensukseskan program ini secara akademik, para orangtua mesti dapat mendampingi anak, mendorong mereka agak terlibat dan mengingatkan mereka agar tidak lalai. Apalagi sampai banyak menghabiskan waktunya  di luar rumah.

Bagi para orang tua yang masih bekerja di luar rumah, bisa mengkorfirmasi.guru anaknya tentang tugas dan capaian yang mesti dicapai atau dilaporkan kemudian. Sehingga anak anak tetap semangat belajar sesuai waktu dan kemampuan mereka.

Disamping itu, pihak orang tua juga bisa memaksimalkan 14 hari ke depan dengan rangkaian kegiatan produktif lainnya. Terutama kegiatan yang berbasis religi, seperti Shalat berjamaah, infaq, membaca dan menghafal  Alquran, tahajjud dan berdoa bersama sebagai bentuk lain upaya membendung musibah yang sedang melanda sebagian belahan dunia kita.[]