BANDA ACEH – Sejumlah kaligrafer asal Aceh tampil mewakili beberapa provinsi di Musabaqah Tilawatil Quran  (MTQN) Nasional XVII di Sumatera Utara tahun 2018.

Kaligrafer Aceh terlihat sudah punya kemajuan, punya wibawa tersendiri dan diakui oleh suhu-suhu kaligrafer nasional. Bayangkan saja dalam sebuah event yang sama sepuluh putra-putri Aceh tertulis dalam daftar pemenang sebagai penerima hadiah juara di MTQ Nasional XVII,” kata Said Akram, Dewan Hakim Kaligrafi di musabaqah itu, kepada portalsatu.com/ melalui WhatsApp, sehari setelah penutupan MTQN XVII, 13 Oktober 2018.

Said Akram merupakan seorang pelukis kaligrafi senior asal Aceh yang karyanya telah diakui secara nasional. Di MTQN itu ia mejelaskan, indikasi nyata dari ketajaman estetika para kaligrafer muda Aceh dalam musabaqah di Sumatera Utara (Sumut) patut mendapat acungan jempol lantaran sangat menggembirakan.

“Dalam skala nasional putra-putri Aceh telah mampu berbuat dan bertanding sekaligus menampakkan hasil yang prestisius dengan strategi memencar mewakili provinsi yang beda-beda untuk kemenangan dalam bersaing uji kamampuan antar-kaligrafer se-Indonesia alias antarprovinsi,” kata Said Akram.

Said Akram berharap setelah MTQN XVII selesai, suntikan energi yang tiada henti dari semua pihak kepada dunia kaligrafi dan kaligrafer Aceh sangat dibutuhkan.

“Semoga kaligrafer Aceh dapat terbang mencapai ketinggian melebihi puncak kecemerlangan yang tiada batas. Sehingga kilauan ayat-ayat Ilahi memancar serta lebih membumi lagi di bumi Aceh yang kita muliakan ini,” ujar Said Akram.

Seperti diketahui, MTQ Nasional XVII dibuka oleh Presiden Joko Widodo, dihadiri Menteri Agama, Gubernur Sumut, dan sejumlah pejabat teras lainnya baik dari daerah maupun pusat, juga tamu asal negeri jiran Malaysia. Mereka merasa kagum dengan kaligrafi karya para kaligrafer di acara itu. Bahkan, Menteri Agama RI mengatakan revolusi kaligrafi di Aceh-Indonesia sedang berlangsung secara tajam dan memukau.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Khoiruddin, berharap para pelaku seni kaligrafi untuk menjadikan kaligrafi kontemporer sebagai industri ekonomi kreatif.

“Ke depan harus ada rencana untuk memasarkan industri kreatif ini ke dunia internasional, karena kaligrafi kontemporer ini sangat berpontensi untuk go internasional. Karena itu, kami dorong pelaku seni kaligrafi kontemporer ini,” kata Khoiruddin.

MTQN VXII Sumut yang berakhir pada Jumat, 12 Oktober 2018 malam, ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kala.
 
Inilah nama-nama muda-mudi kaligrafer Aceh yang ikut perlombaan mewakili Provinsi Aceh dan provinsi lainnya, serta urutan juaranya masing-masing:

Anina –  naskah – Maluku – 6
Dian – naskah – Papua barat – 5
Nisfa – mushaf – Banten – 1
Ridwan – dekor – Jabar – 3
Ngaliman – mushaf – Banten – 2
Hendra – kontem – Kepri – 1
Gusri –  mushaf – Sumut –  6
Marzawi – mushaf – Aceh – 3
Khairullah –  dekor – Aceh – 6
Rahmawati – mushaf – Aceh – 4.[](rel)