BANDA ACEH – Acara pisah sambut Danlanud Sultan Iskandar Muda dari Kolonel Pnb Suliono kepada Kolonel Nav Indrastanto Setiawan dilangsungkan di Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Sabtu, 20 Januari 2018.

Acara ini turut dihadiri Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Ahmad Daniel Chardin, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol Erwin Faisal, Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Kicky Salvachdie, Sekda Aceh Drs. Dermawan, para pejabat di lingkungan TNI/Polri, Forkopimda Provinsi Aceh, para tokoh masyarakat dan keluarga besar Lanud Sultan Iskandar Muda.

Acara ini diawali dari persembahan tarian Tarek Pukat yang menggambarkan aktivitas para nelayan Aceh saat menangkap ikan di laut sebagai gambaran sikap gotong royong dan semangat kebersamaan masyarakat Aceh yang direfleksikan melalui sebuah tarian. Hal ini pun yang diangkat Kolonel Pnb Suliono saat memberikan sambutan serta kesan dan pesan, bahwa masyarakat Aceh sangat terbuka, menyambut baik segala saran dan masukan serta saling bergotong royong mewujudkan Aceh yang lebih baik lagi.

“Terima kasih kepada Gubernur Aceh dan jajaran, serta soliditas TNI/Polri di provinsi Aceh atas dukungan dan motivasi kepada kami selama 21 bulan menjabat sebagai Danlanud Sultan Iskandar Muda. Besar harapan kami, hal tersebut juga diberikan kepada Danlanud yang baru,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Nav Indrastanto Setiawan, S.Sos., saat memperkenalkan diri dihadapan para tamu undangan. “Sudi kiranya bapak ibu sekalian menerima kami sebagai bagian dari masyarakat Aceh,” ujarnya sambil tersenyum, seraya bercerita dan bernostalgia saat tertugas dalam operasi kemanusiaan di Aceh pasca bencana tsunami.

Menjabat sebagai Danlanud Sultan Iskandar Muda, menurutnya, sebuah tantangan besar dimana pejabat sebelumnya telah banyak menorehkan tinta emas di Bumi Serambi Mekah. Untuk itu, lanjutnya, mohon bimbingan, masukan, motivasi dan dukungan seluruh pihak agar mampu mempertahankan yang telah dirintis pejabat sebelumnya serta mampu meningkatkan kinerja, sumbangsih TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Sultan Iskandar Muda bagi masyarakat Aceh dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menanggapi positif apa yang disampaikan Danlanud Sultan Iskandar Muda yang baru. Dia mengatakan bertugas sebagai Danlanud Sultan Iskandar Muda tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Apalagi jika mengingat wilayah udara Aceh bersebelahan langsung dengan zona udara internasional yang letak geografisnya sangat strategis. Wilayah seperti ini tentu membutuhkan penjagaan dan pemantauan intensif di wilayah udara Aceh agar tidak ada yang berani mengusik kedaulatan NKRI.

“Tentu kita masih ingat, bagaimana TNI di Aceh melakukan penanganan cepat saat pesawat militer Amerika Serikat mendarat darurat di Bandara SIM. Semua itu menunjukkan bahwa upaya penjagaan kedaulatan NKRI di wilayah Aceh ini berjalan dengan sangat baik. Keberhasilan itu tentunya layak dicontoh dan diperkuat lagi di masa mendatang,” kata Gubernur Aceh.[]