Aceh merupakan salah satu wilayah yang kaya akan destinasi wisata, salah satunya adalah wisata alam dan wisata sejarah. Wisata alam yang sangat indah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang mengunjungi Aceh, apalagi bila diimbangi dengan konsep wisata halalnya.
Namun menjadi permasalahan ketika pada sebuah destinasi wisata dipenuhi oleh sampah-sampah plastik. Dalam hal ini semua pelaku pariwisata mempunyai tanggung jawab dalam menyelesaikan masalah sampah plastik ini.
“Untuk menjaga kelestarian alam dan destinasi wisata kita yang ada di Aceh, maka kita harus sama-sama menjaga kebersihan dan ketentraman yang ada di sebuah destinasi wisata. Salah satunya adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan dan juga membawa pulang kembali sampah yang nantinya akan kita buang kembali ke tempat yang seharusnya yaitu di tempat sampah,” kata Risky Abdullah Saidi selaku putra pariwisata nusantara Aceh
Sampah plastik sendiri menjadi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia dan dunia. Seperti di kutip dari Antara, produksi sampah plastik indonesia sekitar 5,4 juta ton per tahun.
“Sudah saatnya kita sadar akan bahaya sampah plastik, hal itu akan berdampak besar bagi indonesia dan dunia di masa depan. Kita bisa memulai dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan pemakaian plastik, dan memakai tumbler untuk minuman. Sebagai pelaku pariwisata khususnya kaum pemuda, kitalah yang menjadi pelopor untuk Aceh yang lebih baik. Bersama kita akan kuat,” harap Risky.[]
Kiriman Risky Abdullah Saidi Taufik Sentara.


